S H E R Y L

S H E R Y L

  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku catat semua yang membuatku lemah, sebagai bukti bahwa kelak aku mampu!" -Sheryl Sheinafia Axella Aku hanya sejumput rumpun dikala terbitnya matahari, kau injak sesuka hati, hingga aku menunduk dan akhirnya terjatuh bersama rintik embun pagi. Terkadang aku harus menunduk dan menangis sampai tertidur, karena aku lelah menceritakan sesuatu yang menyakitkan. Tuhan sudah menciptakan manusia dengan kriterianya masing-masing. Ada kelebihan dan ada kekurangan. Sheryl yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Shireen adiknya, selalu kuat dan bangkit melawan hidupnya yang keras. Sayangnya Sheryl tak seperti Shireen yang cantik, yang pintar dan yang paling disayang kedua orangtuanya. Begitu sulit tumbuh dalam keluarga yang sempurna, saat kamu tak sempurna. Dulunya, Sheryl selalu bisa menyembunyikan semuanya dengan senyum yang ceria. Tapi, itu dulu, karena sekarang, Sheryl tahu kemampuannya terbatas. Ia membutuhkan seseorang yang bisa mengobati luka di sudut hatinya. Lalu, pertanyaannya adalah; adakah seseorang yang mau dengan gadis biasa seperti Sheryl? #teenfiction #rank30sekolahan Copyright©2019 by Cacafbrye
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • MIRAGE (Completed)
  • S T E V E
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • 00.00
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Tikungunya
  • ZENARZEL [SELESAI✔]
  • Valcano
  • Crazy Seniority 2 [Completed]

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines