Janshen Family

Janshen Family

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 2, 2022
sebuah cerita yang mungkin dipandang orang adalah cerita yang menyeramkan,menyedihkan,dan mungkin histeris.Tetapi itu semua sebenarnya ada kebahagiaan, tetapi mereka baru menemukannya saat itu semua telah terjadi. Dengan kisah yang aku berinama "Janshen Family" Semoga kalian bisa mandapat manfaatnya ya walaupun hanya akan mendapatkan manfaat yang sederhana, tetapi aku yakin dengan seorang laki -laki yang kehilangan seluruh anggota keluarganya, yang mungkin dia merasa putus asa. Tetapi TiDAK. 'Aku YAKiN kaupun Juga YAKIN' Apakah kehidupannya membaik? Apakah dia masih punya keluarga? Bagaimana nasib keluarganya? Apakah dia punya teman saat keadaan seperti itu?Apakah dia bahagia lagi? tersenyum lagi? tertawa lagi,saat masih ada keluarganya? Ini adalah cerita pertamaku semoga kalian suka ya! cerita ini akan ada lanjutannya .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Precious | Jungwon Harem
  • Surat untuk fajar
  • KARAFERNELIA
  • Sebelum Luka
  • you are my friend but he is my husband ( TAEKOOK)
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  • Yang Interesting Jungwon
  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • RUMAH TANPA ARAH

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines