
Gadis bermata indah itu terus mengusap air matanya. "Sury!" teriaknya ketika Sury beranjak semakin menjauh. Sury berhenti melangkah. Dia menoleh kepada gadis yang kelopak matanya semakin menyipit karena terus menangis itu. "Mungkinkah kita bertemu lagi dilain waktu?" lanjut gadis itu dengan suara serak dan bergetar. Sury hanya tersenyum . Perlahan dia mengangkat kedua lengannya dan mengarahkannya kepada gadis itu. "Kemarilah," kata Sury. Gadis muda itu sontak berlari seraya menggigit bibirnya menahan tangis kearah Sury . Namun dia tak kuasa menahan lagi. Tangisnya meledak seketika saat dia menatap wajah Sury dalam jarak hanya sekian jengkal. Dia kini telah sampai dihadapan Sury. Gadis itu tak bisa lagi menahan dirinya. Serta-merta dia mendekap Sury dengan erat dan air mata yang mengalir tulus dari sudut matanya menggambarkan bahwa dia tak ingin Sury pergi. "Kau hebat sampai sejauh ini, Nak. Jangan takut, hatimu sekarang akan menemani dan menemukan cinta sejatimu," pesan Sury lembut dalam dekapan gadis itu. Sury membalas pelukan sang gadis, lalu mencium keningnya sembari mengusap kepalanya. Gadis itu benar-benar merasakan kehadiran cinta dalam hatinya yang tak pernah dia rasakan sekalipun sebelumnya. "Tetap disini, Sury. Kumohon tetap bersamaku," gadis itu memohon dengan suara lirih penuh harap kepada Sury. Ketika gadis itu membuka matanya, dia tak lagi mendapati Sury dalam dekapannya.Toate drepturile rezervate
1 capitol