We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Baby boy

My Baby boy

  • WpView
    Reads 2,720
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 10, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Maaf pak saya asya grilina putri. Saya mau meminta pertanggung jawaban pak Gabriel yang terhormat karena sudah mengambil keperawanan saya saat di hotel malam party HUT perusahaan dan sekarang saya hamil hiks !!"teriak grilina frustasi "Mana mungkin palingan itu anak haram dari laki laki lain saya ga pernah bermain bersama kamu,sudah pergi kamu dari sini menganggu saja bawa sana anak haram yang ada di kandunganmu !!"ucap gabrielo dingin "Owh bapak tidak mau bertanggung jawab? Okey saya akan keluar ingat pak gabrielo terhormat karma dan penyesalan selalu ada dan jangan pernah mencari saya dan anak saya jika nanti anda menyesal permisi!!"ucap grilina "Ya silahkan karma? Menyesal saya tidak akan menyesal!!"Teriak gabrielo dari dalam ruangan Dan "Ya sekarang aku menyesal tolong sayang jangan buat aku tersiksa tolong kembali aku mohon maafkan aku"lirih gabrielo -penyesalan selalu di akhir jadi jangan cepat cepat mengambil keputusan🥰🦋 Baca terus ya Sorry kalo ada salah kata baru buat cerita soalnya hehe🚀
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya
  • My possesive boyfriend
  • Baby On My Way
  • Delusi(Abel x Abi) ||OPEN PO||
  •  ARGALA
  • Saturnus,Uranus,Neptunus [BXB] [BL]
  • Little Pretty Dady  [ END ]
  • Calon Malaikat Kecil (END)

"Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu" "Jangan sentuh ini, jangan sentuh itu" " Sebenarnya apa yang boleh aku lakukan selain bernafas dirumah ini ", tuturnya yang sudah tak tahan dengan semua larangan itu " Tidak ada ", jawab pria itu datar Delila menghela nafasnya berat " Lebih baik kita bercerai saja ", pinta wanita itu dengan suara rendah yang terdengar getir Suasananya menjadi senyap seketika " Siapa yang memberimu keberanian untuk mengucapkan kata-kata itu? ", tanya Nathan dengan suara rendah dan sorot mata yang menajam

More details
WpActionLinkContent Guidelines