I'm 5 Years Old

I'm 5 Years Old

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 22, 2020
"Adik kecil, apa kau bisa dengar? Siapa namamu?" " ... la" Ups, ada apa dengan suaraku? "... la" Tidak, tidak bisa "... la" Aku tercekat. Suaraku tidak keluar. Aku berdeham untuk membersihkan tenggorokanku dan mencoba menyebutkan namaku lagi. "...la" "Lala? Namamu Lala? Ok, Lalu siapa nama ayah dan ibumu?" Aku panik saat suaraku tidak keluar dengan baik. Aku mencoba mengambil air mineral di sisi ranjangku. Namun tanganku terlalu pendek hingga tidak dapat menggapai gelas di atas meja. Aku mencoba turun dari ranjangku dan saat itu aku berteriak karena terkejut saat aku melihat kedua kakiku menggantung tidak dapat menyentuh lantai. Lalu mataku spontan melihat kedua tangan mungil yang juga menjuntai di sisi kanan dan kiri tubuhku. Selain itu aku memeriksa tubuhku dan menyadari ukuran dadaku yang mengecil seperti anak-anak. * * * Ketika orang lain sibuk dengan masalah Quarter Life Crisis mereka, aku justru terjebak dalam tubuh seorang anak berumur 5 tahun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • My Boyfriend is a Gigolo (JIMIN VER)
  • If I Lost My Serendipity | Jangkku ✦˚٭
  • Xieyun Si Bocah Tengil [Keluarga WangXian]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • MY PETERPAN ALEN
  • Black Out III
  • Aleum And 7
  • ﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines