LANGIT BIRU

LANGIT BIRU

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2020
"Rangga Velin mau nanya boleh?"Tanya Evelyn "apa?kalo nggak penting nggak bakal gue jawab"jawab Rangga dengan nada sedikit ditinggikan "kalo velin meninggal Rangga mau nggak Dateng ke pemakaman velin?"tanya Evelyn "ngapain nanya kek gitu?mau mati Lo?mending nggak usah nanti gue kagak ada babu"jawab Rangga cuek Evelyn pun tersenyum sendu mendengar pernyataan Rangga.Seperti dugaannya jika pria yang sangat ia cintai ini tidak perduli sama sekali tentangnya.Mau apapun yang ia lakukan tetap saja Rangga tidak pernah sama sekali perduli. perempuan tersebut pun memegang tangan sang kekasih dan orang yang di pegang tangannya itu terkejut.Baru saja ia ingin membentak Evelyn tapi gadis itu menyela duluan. "kalo misalnya Velin pergi dari dunia ini,Velin mohonnn banget kalo Rangga di masa depan sudah memiliki pasangan hidup jangan sakiti ya?sayangi dia seperti Velin menyayangi Rangga.Maafkan dia jika salah dalam bertindak.Temani dia saat dia bersedih dah juga temani dia disaat sedang bahagia.Nah kalo Rangga di masa depan bakal lakuin itu Velin akan tenang di alam sana" Rangga terdiam.Dia tidak bisa berkata kata lagi untuk menanggapi keinginan Evelyn.Entahlah seperti ada yang menghantam dadanya.Sakit.Tak lama kemudian Rangga pun sadar dari lamunannya.Ia segera menghempaskan tangan Evelyn yang sedari tadi bertengger di tangannya. "Paan sih gaje banget!"Rangga pun pergi meninggalkan Evelyn sendirian di taman.Evelyn yang melihat hal itu hanya bisa diam dan tersenyum. Dilain sisi Rangga merasa ingin menangis.Dadanya begitu sakit saat mendengar ucapan Evelyn. "kenapa dada gue sakit?" tertarik?mampir yuk jangan lupa follow akunku ya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AETERNA  | Selesai✓
  • Semu [Completed]
  • Cuaca
  •  Rangga
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • DRABIA [END]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Fight For You
  • NAYANA (Revisi)

FOLLOW AUTHOR SEBELUM BACA:-) {Cerita ini hanya FIKTIF belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan} Blurb : Menjadi gadis dengan hidup yang begitu memilukan bukan pilihannya. Delila ingin merasakan bahagia mendapati kasih dan cinta dari orang tua serta temannya. Namun garis takdir seakan ingin menguji seberapa kuat mentalnya. Dan ya. Delila adalah manusia biasa dan dia tidak bisa. Jiwanya rapuh begitu kenyataan seakan melemparnya ke dalam jurang pekat. Kematian adalah jalan dirinya menghindar dari belenggu yang merantai dirinya dengan kepahitan. Namun takdir memang tidak akan pernah puas. Delila kembali ditakdirkan untuk mendapatkan kesempatan hidup dengan identitas baru. Dan semua bukan tanpa alasan. Delila musti mencari sosok yang mau membagi cinta dan kasih untuknya. Mau dengan suka rela mendoakan Delila agar damai di sana. Namun seperti sebuah aturan, Delila tak boleh membalas perasaan itu. ... "Ya, pokoknya kalo lo gak mau jadi bego ya jangan jatuh cinta." "Davin, mana ada orang bego karena jatuh cinta!" "Ada." "Siapa?" "Nih, orang di sebelah gue." "Davin!" Tangan Zelia dengan cepat mencubit lengan Davin membuat cowok itu mengaduh kesakitan. "Sakit, Zel. Apaan sih lo!" "Makanya jangan ngomong sembarangan. Orang gak akan bego hanya karena dia jatuh cinta, justru sebaliknya, cinta bisa buat sesorang berubah jadi lebih baik, penyayang dan lebih perhatian. Zelia pengin Davin kayak gitu." 17+ Cover by pinterest Yuk ikutan intip ceritanya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines