Fathuurr_

Fathuurr_

  • WpView
    přečtení 378
  • WpVote
    Hlasy 21
  • WpPart
    Části 4
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno sob, říj 24, 2020
"Kamu yang sangat dan paling ragu untuk ku tatap , awalnya aku biasa saja tak mengenal dirimu . Hatiku juga masih acuh berkelana , awalnya aku hanya gadis biasa yang semakin sadar aku lebih biasa dari kata biasa atau dibawah kata biasa , karna apa ? Karna mengenalmu adalah racun , kamu yang menghantui fikiran dan angan ku andai ini nyata bisa mati aku bunuh diri mencintai mu , tapi ini lebih sakit dari bunuh diri , hanya mustahil namaku bisa kau sebut atau wajah ku bisa kau tatap , lebih sakit mana ? Mencintai orang terdekat yang mencintai orang lain , atauuu mencintai orang jauh yang bahkan tapernah menatap matamu mengerti bentuk dan rupa mu , atau bahkan namamu saja ia tapernah tau?" Aku rasa pasti lebih sakit yang kedua kan ? ( Maaf ini hanya cerita oleh angan ku yang terlalu tinggi ) ***
Všechna práva vyhrazena
#120
demo
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • My Little Monster - Completed
  • Unsteady (FirstKhaotung) ✔️
  • Suka Dalam Diam
  • INTUISI [END]
  • Broken Heart
  • HUSBAND
  • Catatan Semut abu (Secercah Cerita Di jendela Kelas)
  • Love My Twins | END
  • Warna Untuk Khaotung(END)

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu