Secretly Love

Secretly Love

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Diam-Diam Cinta “Aku… mencintai kamu” Hening seketika. “Kamu mau nggak, jadi… pacar aku!” Aku tetap diam. “Kamu nggak suka dengan perkataan aku?” “Bukan! Bukannya gitu. Aku kaget aja, orang sebaik kamu, seganteng kamu, sepinter kamu, dan… seperfect kamu, suka sama aku. Cewek nggak jelas, yang nggak sesempurna malaikat.” “Liat orang jangan luarnya aja. Mandang orang jangan kelebihannya aja. Itu kan yang ada di pikiran kamu. Dan aku suka cara berpikir kamu” “Gimana ya. A… aku bingung” “Kalo kamu nggak mau nerima aku, nggak papa” “Kamu serius?” “Iya!” “Aku… nggak bisa” “Nggak papa, itu hak kamu!” “Maksudnya aku nggak bisa nolak kamu!” “Beneran? Serius?” Aku mengangguk.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly Effect
  • Mengagumi Dalam Diam
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Maina & Maxim
  • Cinta Yang Tertukar (finish✔️)
  • KEPINCUT BRONDONG
  • LOVE in SILENCE  **End**
  • You're Here, But Not For Me

Di usia yang telah memasuki 25 tahun, aku merasa seperti seorang penonton di pinggir lapangan, tersingkir dari hiruk-pikuk serunya kisah cinta masa remaja yang dulu begitu membara. Mati rasa kini perlahan menggerogoti diriku, mengambil alih hari-hari yang dulu dipenuhi oleh harapan dan semangat. Tak ada lagi senyuman yang muncul di pagi hari karena antusiasme akan bertemu kekasih di sekolah. Tidak ada lagi getaran hati ketika mendengar deru sepeda motor yang selalu menemaniku menuju sekolah. Tidak, tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah rutinitas hari-hari yang melelahkan, penuh kesal dengan pekerjaan yang semakin menumpuk, seakan-akan menyerap semua energiku. Hari-hari yang terasa monoton diisi oleh rentetan pekerjaan yang tidak ada jedanya. Aku, Ayleena Pratiwi, merindukan kupu-kupu kecil yang pernah berterbangan dalam perutuku--sensasi aneh namun menyenangkan yang dulu selalu menemaniku. Perasaan mulas disertai jantung yang berdegup kencang, yang dulu begitu intens kini hanya menjadi kenangan samar. Rasanya seperti berusaha mengingat melodi sebuah lagu yang pernah ku dengar, namun seiring waktu, liriknya hilang dari ingatan. Ah, kapan terakhir kali aku merasakannya? aku bahkan sudah lupa. UPDATE TIAP JAM 7 MALAM

More details
WpActionLinkContent Guidelines