Story cover for Aoi Bara by AoiHanas
Aoi Bara
  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 13, 2020
Mature
This story of the world's most painful love..

Aoi Bara "mawar biru" dalam filsofi Bunga ini menyimbolkan sesuatu yang sangat sulit untuk dicapai atau bahkan tidak mungkin bisa dicapai. 

Bunga ini biasanya digunakan sebagai kiasan untuk mewakili sebuah mimpi yang tidak mungkin jadi nyata. 

Once upon a time
Panah cupid si dewa cinta tepat mengenai  jantung dua gadis yang karakternya bagai dua kutub magnet berbeda

Hanna seorang gadis introvet yang sangat misterius 

Nayla Bukhoirussaida seorang gadis yang sangat populer, ceria dan berprestasi.

Apakah kehangatan cinta mencairkan hati yang membeku? 
Ataukah mencabik-cabik jiwanya sampai tidak berbentuk lagi? 

Bagimanakah takdir mempermainkan mereka dengan kejam? 

Kisah cinta yang paling menyakitkan sedunia... 

Homophobia harap mempertimbangkan lagi buat membaca! 
Yorushiku Onegaisimas

Note:Girls Love Story
All Rights Reserved
Sign up to add Aoi Bara to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
SUARA BIA (TAMAT) cover
Lentera Biru [END] cover
You're Not Alone (END) cover
[KazuScara] Just An Accident?//On Going! cover
The Mysterious (GxG) cover
Friendzone cover
𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔ cover
SENANDIKA (Zeedel) cover

SUARA BIA (TAMAT)

47 parts Complete

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️