"Gue tau, sebanyak apapun kata yang gue lontarkan, sebanyak apapun yang gue lakuin buat lo, lo gak akan kembali seperti dulu, Na. Karna yang bisa mengembalikan hanya diri lo sendiri. Gue disini, selalu, ngebantu lo kapanpun lo butuh." -Kenta
Hilangnya sosok Anna yang Kenta sukai. Dari periang, cerewet, berisik menjadi tanpa emosi, pendiam, dan bermata kosong.
Setelah bertahun-tahun terpisah, takdir memilih menyatukan mereka kembali, untuk saling memperbaiki, dan melindungi sesama.
Kisah ini, adalah kisah yang berisi luka, harap, dan takdir yang tak diinginkan oleh Kenta, sang matahari, dan Anna, sang bulan.
Masih tertarik untuk membaca?
Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama
Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian.
Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan.
Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya.
Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana.
Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini.
Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.