REANDRA

REANDRA

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 12, 2021
"Memilikimu halusinasiku, kamu terlihat nyata tapi seperti fatamorgana." "Dia cuma bercanda harusnya kamu ketawa bukan jatuh cinta." ~Realisya Agung:) _________________________________________ ***** -Di tampar -Di pukul -Di tuduh pembunuh -Tidak dianggap Bagaimana seorang Realisya Agung bisa bertahan dirumah tersebut yang seperti neraka menurutnya. ***** Dan bagaimana pula kehidupan seorang Rendra Genandra yang sama sekali tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang dari keluarganya... Dan bagaimana jika takdir mempertemukan mereka, yang sama-sama tidak mendapatkan kasih sayang orang tua mereka Ada yang penasaran sama jalan cerita mereka ini???? Let's go dibaca guysss..... Jangan sampek mati penasaran wkwkwkwk ...................
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Satu Tiket Pulang
  • Your Home [COMPLETE]
  • BarraKilla
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • Bersamamu
  • Sebuah Rasa
  • Candramawa (Completed)
  • RadenRatih
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines