MITHA (END)

MITHA (END)

  • WpView
    Reads 307,667
  • WpVote
    Votes 5,887
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 26, 2021
#1 Rank of Adult Romance (30/03/21) #1 Rank of Pertemuan (02/08/22) #1 Rank of Triangle (03-24/07/21) (6/10/21) #1 Rank of Masa lalu (01/10/21) Sena menyandarkan diri ke tepi meja itu dan menatapku tajam, "kau hanya wanita murahan yang selalu mengejarku, Mitha." Aku berasa tidak memiliki harga diri di depan pria itu. Perisaiku sebagai wanita tinggi hati seolah dijatuhkan dari tempatnya ke tempat terendah di pijakan kaki pria itu. "Tidak ada wanita murahan di dunia ini, Sena. Hanya ada pria yang tidak menghormati wanita sepertimu." ucapku lalu tersenyum kecil. "Kau bahkan tidak berterimakasih pada wanita ini karena sudah menyelamatkanmu kedua kalinya." Pria itu mengerutkan kening, bingung dengan ucapanku dengan kata kedua kalinya. "Apakah kau ingat pernah mengatakan Mauren adalah ciuman pertamamu?" tanyaku hati-hati, "kau adalah pria naif yang bodoh." "Orang-orang melihatmu sebagai malaikat tetapi kenyataannya kau adalah seorang iblis menyedihkan." "Bahkan lebih menyedihkan dari wanita murahan di depanmu." sindirku tajam. Sena menghampiriku, dan bertanya, "apa yang sudah kau ketahui tentang diriku?" "Apa kau ingin membuatku kembali mengingatkanmu betapa menyakitkan hidupmu, Sena?" tanyaku, "atau mengulang ciuman pertamamu? Kepala Sena maju tepat di depan wajahku, mendekatkan bibirnya dan spontan berhenti, "lihatlah dirimu. Apa kau masih menganggap dirimu seorang wanita berkelas?" Aku menelan ludah karena mengganggap dirinya akan menciumku tapi dia hanya mempermainkanku. Sekali lagi. "Tentu saja aku akan selalu menjadi wanita murahan di depan mata iblis sepertimu, Sena. Kau bahkan dijatuhkan Sang Penciptamu karena kejahatanmu di masa lalu." Kepalaku maju menghampirinya lebih intens, menatap kedua mata tajamnya. "Berhenti mengataiku murahan dan kau akan menyesal mengetahui masa lalumu." Aku membalikkan badan sambil berjalan angkuh, "Kau akan menyesali kesalahan masa lalumu, Sena. Akan aku buktikan kau akan membalikkan cintamu dari Mauren, wanita munafik itu."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Galang dan Naura ✔
  • Trial & Error
  • Forgive Me My Angela
  • bALIKAn TogEther || HIATUS
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • Dia Mr Handsome Evil
  • Not A Simple Love (TELAH TERBIT)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Love Forza (End)
  • DEVASENA  [PUBLISHED]
  • ✔ Sorry Mr Perfect (Completed)
  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • Angel

Warning!!! HANYA BERISI ADEGAN ROMANSA, LATAR BELAKANG CERITA DAN ADEGAN DIBALIK KEBERSAMAAN KE-DUA TOKOH MAUPUN KEHIDUPAN PRIBADI TIDAK DIJABARKAN. 18+ Cerita ini hanya untuk unyu-unyuan saja. _______________________________ Gifta tidak pernah menduga bahwa perjodohan dengan Anggar Linggarjati akan mengubah hidupnya dalam sekejap. Sebagai dokter spesialis yang dingin dan tampak tidak tertarik pada siapa pun, Gifta pikir pernikahan mereka akan berjalan tenang, tanpa banyak interaksi. Namun, di malam pertama pernikahan mereka, semua asumsi Gifta hancur berantakan. Anggar, yang selama ini terlihat acuh tak acuh, tiba-tiba menunjukkan sisi yang tidak pernah Gifta duga-sikap mesra, perhatian, bahkan menggoda dengan cara yang membuat Gifta bingung dan ngeri sekaligus. Apakah ini benar-benar Anggar yang selama ini dikenal sebagai sosok yang berwibawa dan tenang? Tapi, kenapa tiba-tiba ia menjadi sosok yang berbeda begini? "Ka-kamu kenapa sih? Kok dekat-dekat gini" "Emangnya kenapa? Kita kan udah nikah, jadi sah-sah aja aku dekat-dekat gini." "Ya tapi kan -aaaww, Anggar! Kamu ngapain?" Suaraku memekik kaget, syok dengan apa yang baru saja terjadi. Aku ingin segera bangun, tapi nggak bisa. Kekuatan Anggar dalam mengurungku di luar batasku, ingin rasanya aku menendangnya tapi lagi-lagi itu hanya niat semata. Mau tahu apa yang ia lakukan padaku barusan? Anggar, menggigit telingaku. Bayangkan saja, telingamu tiba-tiba digigit dan bahkan dijilat. Kelakuan tidak senonoh macam apa ini? Ini pelecehan namanya. "Ternyata kamu enak banget dipeluk-peluk gini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines