Dulu aku berpikir bahwa bebas darinya adalah kebahagianku. Namun kini bebas darinya adalah ketersiksaanku. Dulu aku sering melawan perintahnya, sekarang aku bingung harus patuh pada siapa. Dulu aku bangun karena dibangunkannya, sekarang aku terbangun karena merindukannya. Dulu sering kuhiraukan nasehatnya, kini aku butuh suaranya. Betapa cara marahnya, tatapannya, perkataannya membuatku terjerat dalam kerinduan tak berujung padanya. Kami menunggu mama pulang.
Copyright © 2014 oleh Eti Paratif
Alle Rechte vorbehalten