GIRL RAIN ON ELDORA[END]

GIRL RAIN ON ELDORA[END]

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 15, 2020
[ #BLPWritingMarathon ] Ia bernama Rinai Viranda seorang gadis muda yang menjelma menjadi manusia, tapi sayangnya ia tak mengetahui bahwa ia bukan manusia, ia hanya mengetahui bahwa dirinya hanya lah manusia biasa, penyuka permen dan suka hujan. "ikuti saja alurnya" adalah motto hidupnya, simple bukan?. Ada banyak rahasia yang tak ia ketahui tentang dirinya sendiri dan orang sekitarnya. Apakah itu? #vote dan #comment untuk penyemangat😉
All Rights Reserved
#3
blpwritingmarathon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • rain untuk senja
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • THE CLIMB [Completed]
  • Ombrop(luv)iaphile Phobia (sudah terbit)
  • I Miss Rain
  • Aksara Lingga
  • BROKEN HEART [END]

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines