Tomorrow
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Hidup tak selalu tentang langkah pasti menuju masa depan. Ada kalanya kita terjebak di persimpangan, tak tahu harus melangkah maju atau berhenti sejenak. Di antara detik-detik waktu yang terus berjalan, ada jiwa-jiwa yang diam, tertahan, bukan karena tak ingin bergerak, tapi karena lelah yang tak mampu lagi diungkapkan. Mereka yang terlihat tersenyum di luar, menyembunyikan luka yang menganga di dalam. Mereka yang berjalan bersama orang lain, namun merasa paling sendiri di tengah keramaian. Bagi sebagian orang, hari esok adalah harapan. Tapi bagi yang lain, hari esok adalah beban-sebuah tantangan untuk bertahan dalam rasa sakit yang terus menggerogoti. "Hari esok pasti ada, tapi adakah kita di sana?" Pertanyaan itu bergema dalam benak mereka yang hidup dalam batas tipis antara harapan dan keputusasaan. Bertahan menjadi bentuk keberanian terbesar, bukan karena yakin akan masa depan yang cerah, tapi karena ada sisa kecil keyakinan bahwa mungkin, di balik semua ini, masih ada alasan untuk tetap hidup. Dan di sinilah cerita ini bermula-dari sebuah ruang hampa di hati yang mencari secercah cahaya, dari pertempuran sunyi yang jarang terlihat tapi begitu nyata. Tentang bagaimana bertahan bukan sekadar pilihan, tapi sebuah perjuangan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Welcome Home, Saga!
  • Miracle of Survival [END]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • The Grey Of SAKARUNA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • GREENSTA [END]
  • Rasa Tanpa Kata
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • The High Class

Judul Awal ; Nostalgia bersama luka. 𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒊𝒌𝒔𝒂, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂. "Saga. Waktu di rumah Galang, Lo coba suntikan itu juga nggak?" "Iya. Kenapa?" "Galang kena HIV Ga." Hancur. Kesalahan yang dibuatnya sendiri membuat impiannya runtuh seketika. Dia masuk dalam kegelapan yang semakin pekat. Dalam kelam impian yang menyiksa, seorang gadis hadir dalam hidupnya, menciptakan secercah harapan yang kian sirna. Memeluk sebagian luka yang kian berantakan. 𝙰𝚔𝚞 𝚔𝚒𝚛𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚜𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑, 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚞𝚓𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊. ~𝓢𝓪𝓰𝓪𝓻𝓪 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓦𝓲𝓵𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪. Cover by behance in pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines