It's Okay to Take a Break

It's Okay to Take a Break

  • WpView
    Lectures 54
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., avr. 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Semua akan baik-baik saja, selama orang-orang tidak tahu kebenarannya." Yara merupakan siswi sempurna di mata teman-teman dan guru di sekolahnya. Tapi, semua itu tidak berlaku di rumah. Yara merupakan anak broken home yang tiap hari harus menyembunyikan ketidakharmonisan keluarganya. Yara bertekat menyembunyikan rahasia ini dari semua orang, bahkan dari sahabat-sahabatnya sendiri. Namun, rahasia yang Yara simpan tak sengaja diketahui oleh Laga, si preman sekolah dan Gavin si siswa teladan. Lantas, apakah kebohongannya selama ini akan terbongkar? Sanggupkah Yara merelakan orangtuanya bercerai demi mengejar kebahagiaan masing-masing?
Tous Droits Réservés
#732
novelindonesia
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Defleksi
  • JEJAK TAKDIR | JAEMREN √
  • MY BROKENNES
  • My Cute Assistant ( Delynn X Lily FanFic)
  • MY AMYGDALA : Elnaura Indriana Syailendra
  • LIKE A FOOL
  • only he is the one i want [ lilynn ]
Defleksi

Shi Ayra Raendra mungkin satu dari sekian banyak calon anak broken home. Keretakan rumah tangga orang tuanya mengantarkan Shiay pada fakta bahwa dia adalah anak hasil di luar pernikahan. Mama dan Papa menggunakan kehadirannya agar mereka dapat menikah, dulu, saat cinta monyet masih membuat mereka mabuk. Kini, setelah mengetahui perselingkuhan Papa dan betapa materialistis mamanya sendiri, tidak ada lagi yang Shiay inginkan, selain pergi dari rumah. Sayang, rencana kaburnya buyar karena sebuah kecelakaan. Shiay pikir, dirinya sudah mati sebelum menyadari tubuhnya terbaring di bankar rumah sakit. Kecelakaan tersebut memang tidak mengantarkan Shiay pada kematian, melainkan pada takdir-takdirnya di masa depan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu