RELINA
  • WpView
    OKUNANLAR 28
  • WpVote
    Oylar 4
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Ağu 22, 2020
WpInfo
Kurgu
Romantik
"Lo jelek, pendek terlebih lagi lo tuh miskin sekolah ini cuman kasian sama lo makanya diterima jadi jangan banyak gaya" Ucap Ratya sinis "Gue emang miskin harta, tapi gue gak miskin attitude. Sedangkan lo? Cih orang tua aja sibuk gimana mau ngajar anaknya. Walaupun orang tua gue juga gak ngajar attitude tapi gue belajar sendiri gak seperti lo" ucap Relina sambil tersenyum miring. "Jaga mu-" belum sempat Ratya menyelesaikan kalimatnya Relina memilih pergi dari hadapan pria itu. Relina Putri Gustiawana seoarang perempuan dari keluarga tidak mampu memilki kesempatan untuk sekolah di SMA Maheswara. Dia pikir akan tenang bersekolah disana sampai lulus tapi ternyata tidak, Ratya anak pemilik sekolahnya yang terus menyainginya dalam hal apapun. Ratya Putra Maheswara ia merupakan anak dari pemilik SMA Maheswara. Dia selalu sempurna dalam bidang apapun, dari akademik sampai non-akademik. Tapi semua nya mulai kacau saat perempuan bernama Relina mulai sekolah disana dan menjadi bintang di sekolahnya itu. Apa yang terjadi? Akankah Ratya akan terus membenci Relina? Atau malah sebaliknya? Untuk itu silahkan membaca cerita ini.
Tüm hakları saklıdır
#110
teenlife
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Love, Life, Line (Completed)
  • PutRi ✔
  • When Love Walked In
  • Lena The Troublemaker
  • The Mistake of My Life
  • Are You? Really?
  • Dear Natasha
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Sweet Sixteen

Sebelumnya inzie tak pernah menyangka akan mendatangi rumah yang sudah selama 6 tahun ini ia tinggalkan. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit. Rumah dimana batinnya terus disiksa. Seharusnya inzie tahu, bahwa ketika ia menginjakkan kakinya kembali disini. Ia sudah tak akan sebebas dulu lagi. "Kak, kata mama aku punya seorang kakak yang akan datang. Dan itu adalah kakak. Kakak memiliki mata hijau, persis seperti yang mama ceritakan. Jadi, kak namaku Arnessa. Kalau kakak siapa? Kata mama aku harus bertanya sendiri." Saat Arnessa menyebutkan nama "mama" berulang kali. Itu membuat pandangan inzie semakin dingin. Ia menyentak kasar tangan arnessa yang masih betah melingkari pergelangan tangannya. "Dengar ya, sampai kapanpun aku tidak mempunyai adik. Ingat itu baik-baik." Perkataan penuh penekanan yang dilontarkan oleh inzie membuat arnessa terhenyak. Ternyata kakaknya tak menyukai keberadaannya. Copyright © by inestyanifa

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi