Ramalan...?

Ramalan...?

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Untuk apa sih Loe mengadakan ulang tahun kekanakan seperti ini?" pertanyaan ringan itu seolah sambaran petir bagiku. "Anis Anis... Namanya aja yang manis....." sindirku dengan senyuman mencibir. "Begini ya Ras, sekarang itu tahun 2018. Kejadian 15 tahun silam, kejadian bodoh yang gak begitu masuk diakal sehat manusia normal. Masa iya Loe masih ngikutin ramalan itu..... Dan untuk apa juga Loe bertindak layaknya putri kerajaan yang ngadain acara ulang tahun yang..." perkataan Anisa semakin lama membuatku kesal. "Ya inikan kesempatan Gue buat ketemu dengan jodoh itu. Dan satu lagi, soal ramalan itu memang nyata, Gue beneran udah mapan, lulus kuliah dan punya pekerjaan...." potongku emosi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFTER (COMPLETE)
  • Cinta untukmu wanita liarku(Tamat & Lengkap)
  • tentang sebuah rasa
  • Tokoh Utama
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • My Sweet Husband
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • ALA

Aku selalu menatapmu dalam diamku, berharap kau sekali saja dapat berpaling kearahku.... Menantimu selama 17 tahun, membuatku mengorbankan setiap apa yang aku punya untukmu... Cintaku, cita-citaku, harapanku, hidupku... semuanya hanya untuk selalu dapat berada disisimu... Namun, saat aku berusaha menjadi orang egois, hanya untuk 3 bulan, kau selalu meneriaki aku dengan kata-kata kasarmu... Kumohon, hanya 3 bulan, tak lebih ! Tapi kau selalu tak peduli ! Aku sakit, bisakah kau temani aku, hanya sebentar saja?Ku mohon.... _oOo_ Tentang rasa yang bertepuk sebelah tangan, tentang harapan dan perjuangan... Bukan hanya soal cinta namun juga hidupnya... Penantian terbalasnya perasaan terpendam, yang tak pernah mampu dirinya ucapkan, bahkan sampai penantian panjang itu terhenti untuk selamanya. "Aku titipkan pesan itu pada Tuhan, untuk menjagamu, menghiburmu dalam sukarnya kisah kehidupan mu. Kali ini, kali ini saja, biarkan aku berbisik, pada satu detik terakhir nafasku, bahwa rasa ini akan selalu sama, I love you Damma."

More details
WpActionLinkContent Guidelines