Biarlah Takdir Yang Menentukan

Biarlah Takdir Yang Menentukan

  • WpView
    Lecturas 194
  • WpVote
    Votos 119
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 20, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Kenalin nama gue Daia tapi bukan detergen"ucapnya memperkenalkan diri dengan lantang. "Kenalin gue Dia tapi bukan dia yang datang terus ninggalin"ucapnya dengan mantap. Dia dan Daia adalah saudara kembar. Selama 3 tahun mereka berdua memiliki musuh bebuyutan di sekolah yaitu dua cowok kembar tengil. Saling menjahili satu sama lain bahkan saling membenci. Disaat hati mereka sudah saling menerima satu sama lain,ternyata mereka memiliki banyak perbedaan yang membuat mereka sulit untuk bersama. Apakah nantinya mereka akan mengalahkan perbedaan dan bersatu? Atau bahkan mereka merelahkan perasaan masing-masing?... Langsung aja yah baca ceritanya😇
Todos los derechos reservados
#8
momentouspublisher
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Horibble Woman (END)
  • Nial dan Nila
  • ANTARES
  • Rannia√
  • RANZARES
  • My Ice Cream
  • Mental Disease
  • ASTERLIO [SELESAI]
  • BAD GIRL VS KETUA OSIS✓

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido