Bimbing Aku Menuju Surganya

Bimbing Aku Menuju Surganya

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2020
Cahaya Putri Permaysuri, Seorang wanita muslimah menggunakan niqob (cadar), yang mempunyai sebuah impian agar Allah menghadirkan dalam hidupnya seseorang yang bisa membimbing menuju jalan yang Allah ridhoi,yang bertanggung jawab dengan amanah yang telah diamanahkan kepadanya dan yang terpenting ialah paham agama,agar bisa menuntun pasangannya menuju surganya Allah SWT. Allah SWT menyatukan laki-laki dan wanita yang sholeh yaitu yang bisa menjaga kehormatan dirinya masing-masing. Jika dua orang yang saling mencintai bersatu dalam ikatan yang halal,dan dengan niat beribadah kepada Allah,itu merupakan sebuah nikmat terindah dari Allah untuk seorang hamba. "Dan dihalalkan mengawini wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya tidak dengan maksud berzina". (QS Al Maidah :5)
All Rights Reserved
#15
pendampinghidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of Love
  • Pelakor?
  • Bersamamu Halalku √
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Qiyamah Senja-completed
  • ArKa (End)
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • Imamku

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines