Bimbing Aku Menuju Surganya

Bimbing Aku Menuju Surganya

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2020
Cahaya Putri Permaysuri, Seorang wanita muslimah menggunakan niqob (cadar), yang mempunyai sebuah impian agar Allah menghadirkan dalam hidupnya seseorang yang bisa membimbing menuju jalan yang Allah ridhoi,yang bertanggung jawab dengan amanah yang telah diamanahkan kepadanya dan yang terpenting ialah paham agama,agar bisa menuntun pasangannya menuju surganya Allah SWT. Allah SWT menyatukan laki-laki dan wanita yang sholeh yaitu yang bisa menjaga kehormatan dirinya masing-masing. Jika dua orang yang saling mencintai bersatu dalam ikatan yang halal,dan dengan niat beribadah kepada Allah,itu merupakan sebuah nikmat terindah dari Allah untuk seorang hamba. "Dan dihalalkan mengawini wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya tidak dengan maksud berzina". (QS Al Maidah :5)
All Rights Reserved
#497
muslim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Qiyamah Senja-completed
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Kekasih Impian✔
  • ITS CANDRA
  • Bersamamu Halalku √

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines