HARUSKAH KU PERGI

HARUSKAH KU PERGI

  • WpView
    Reads 1,592
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 29, 2020
Ketika cinta datang aku menolaknya dan ketika ia pergi aku baru menyadari bahwa pentingnya arti menghargai. Bolehkah aku egois? sejenak saja, memikirkan perasaanku tanpa ada embel-embel pengorbanan. Bolehkah aku sedikit berharap? agar bisa bersamanya menatap hari indah, menua bersama dipenghujung asa. Bolehkah aku berhenti? Disuatu titik dimana rasa itu mulai merekah. Bolehkah ku minta bersamamu lagi? mengulang kenangan yang pernah terhenti karna rasa diri belum mengerti. Bolehkah ku meminta menghapus keraguan yang sempat tertanam hingga rasaku mulai goyah tak tentu arah? Bolehkah ku meminta menarik segala ucapan ku untuk pergi darimu meskipun ku tak mau? Tapi itu semua hanya khayal ku menahan segala rasa rindu yang bersemayam dikalbu Atas dasar bersalahku meninggalkan mu dan memilih menutup mata untuk segala rasa sakit yang tak kau tahu.
All Rights Reserved
#84
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Maaf' (Revisi)
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Buku Diary Dalam Rumah Kayu ( Tamat )
  • Nettled (Altschmerz)✅
  • RAPUH!
  • Memorable
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Rainie ( END )
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines