HARUSKAH KU PERGI

HARUSKAH KU PERGI

  • WpView
    Reads 1,641
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 29, 2020
Ketika cinta datang aku menolaknya dan ketika ia pergi aku baru menyadari bahwa pentingnya arti menghargai. Bolehkah aku egois? sejenak saja, memikirkan perasaanku tanpa ada embel-embel pengorbanan. Bolehkah aku sedikit berharap? agar bisa bersamanya menatap hari indah, menua bersama dipenghujung asa. Bolehkah aku berhenti? Disuatu titik dimana rasa itu mulai merekah. Bolehkah ku minta bersamamu lagi? mengulang kenangan yang pernah terhenti karna rasa diri belum mengerti. Bolehkah ku meminta menghapus keraguan yang sempat tertanam hingga rasaku mulai goyah tak tentu arah? Bolehkah ku meminta menarik segala ucapan ku untuk pergi darimu meskipun ku tak mau? Tapi itu semua hanya khayal ku menahan segala rasa rindu yang bersemayam dikalbu Atas dasar bersalahku meninggalkan mu dan memilih menutup mata untuk segala rasa sakit yang tak kau tahu.
All Rights Reserved
#459
menunggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • Memorable
  • Strong Girl Michella (END)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Nettled (Altschmerz)✅
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • ALISHA (end)
  • Rainie ( END )
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti penjara yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk menyerah. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines