AMALTHEIA
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
Semenjak takhta jatuh ke tangan Oswald Rammonard, Kerajaan Geolloven pun diselimuti ketakutan. Kepatuhan kepada Raja Oswald hanya didasarkan atas rasa takut saja, bukan atas kesetiaan. Di balik kokohnya tembok Istana Barviel, Raja Oswald duduk dengan angkuhnya di atas singgasana. Ramalan Opalina juga sudah dia bereskan. Putri Mahkota sudah mati. Tidak ada yang dapat menghalangiku. Begitu pikirnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Untold Of Kingdom  [On Going]
  • Dark Velvet : Feel The Rhythm (The End)
  • Ashe - Jejak Di Tanah Yang Terluka
  • PRINCESS ELARA [END]
  • Nightmare [Completed]
  • Make Me Your Queen [Selesai]
  • Love that grows in the kingdom
  • Surviving as the Abandoned Lady {END}

{Fantasy - Fiction} Ketika situasi yang terbilang nyaman dan mewah itu terdapat sebuah kasus lama yang menggantung. Perasaan lama mengenai kehilangan pada seorang pangeran mahkota membuat banyak otak mencoba menggoyahkannya. ‎ ‎Di balik dinding tebal dan gerbang emas, rakyat selalu mengintip akan pemikiran pemerintah. Sebab banyak mata yang terpejam sehingga tak memperdulikan mereka. ‎ ‎Pangeran mahkota itu berserta adiknya perempuan mencoba untuk mengulurkan tangan tapi tangannya kini telah dipatahkan oleh para otak licik. ‎ ‎____________________ ‎ ‎"Diam dan menyerahlah Putri!" seru seorang prajurit berjubah gelap, "serahkanlah dirimu supaya rakyatmu tidak akan ku hancurkan." ‎ ‎Putri itu tersenyum miring, "kau mengancam ku dengan atas nama rakyat, CIH!" ‎ ‎♦ • ♦ • ♦ ‎ ‎"Tentukan posisi mu pangeran, apa kau masih ingin menjadi saudara ku atau menjadi musuh istana?" ‎ ================== First Chap : 20/05/25 Last Chap : Attention : Jika ada kesamaan adegan dalam cerita, konflik atau tema yang sama pada karya lain. Mohon maaf ini adalah ketidaksengajaan dan tidak ada unsur plagiarisme. Mohon untuk teliti dalam membaca suatu karya orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines