KATA
  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 2, 2020
Rank # #5 ceritaasli #17 cintakedua #4 ceritaasli #3 cintasekolahan #25 ketiga #36 perjanjian Sebelum kau pergi dan benar-benar menghilang, bisakah kau beri aba-aba sehingga aku tidak hanyut dalam kesakitan? oh benar! kau pergi dan kemudian dia hadir. Tidak pernah diwaktu yang tepat dan benar dia bukan dokter, bisa kau dengar! dia juga bukan seorang puitis akan kata-kata Hanya saja pada titik tertentu kalian tampak sama, ini menyebalkan ini cerita Part 2 dari keseluruh cerita kelamku. kau mau dengar? mungkin akan bosan. kau mau mengerti. mungkin kita tampak sama di tokoh utama. selamat datang. hidup ini yang tidak pernah adil dan selalu rumit akan jalurnya. percayalah, kau tidak sendiri. ada aku. kata "Aaradya kavya kata" yang sama dengan mu-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#499
ceritacinta
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F A K E ? [End]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • RION IS MY MANTAN!
  • Tinggal Kenangan
  • Terima kasih Ravindra
  • Ketraka Mafy
  • The Chance
  • Apakah Ini Arti Cinta?? [Revisi]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan