DIANDRA

DIANDRA

  • WpView
    Odsłon 838
  • WpVote
    Głosy 110
  • WpPart
    Części 11
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., paź 4, 2020
Diandra Mehruza, berjalan tertatih menuju masa depannya, untuk mencari kesempatan kedua. Menerima segala penghakiman dari manusia akibat kebodohannya. Mereka menertawakan, mencibir, juga menikmati dalam sekali waktu. "Wanita pezina!" hardik mereka. Dalam gelapnya malam Diandra mencoba mencari setitik cahaya dalam kegelapan. Mencari satu kali saja kesempatan kedua untuk ia pergunakan. Namun semuanya sudah terlanjur menyebar. Wajahnya sudah terpatri di kepala manusia-manusia itu bahkan saat ia sudah berusaha untuk menghapusnya. Adam Leicester si pria blasteran Ingris itulah yang telah menoreh luka! Bahkan menabur garam di atas luka Diandra yang masih basah berdarah. "Lepas hijabnya! Dasar munafik!" Kalimat itu terdengar berulang kali di telinga. Hingga rasanya sudah terbiasa. Dengan kilatan senyum sinisnya, Diandra berujar ... "Andai tidak ada Allah yang Maha Mengasihi, mungkin sudah sejak awal aku mengiris nadi."
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#219
diandra
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Waiting For You [TAMAT]
  • Embrace again, Arnan
  • BAHAGIA ITU LUKA KU
  • HALOALKANA
  • Janji dalam mimpi
  • 360 and Still Me
  • Behind Bullying [END]
  • The Secret Of My Husband [END]
  • MEET AFTER PARTINGE

Tidak sabaran, Nadir langsung saja mengajak Argi menjalin suatu hubungan; pacaran. Sialnya, ia ditolak, sebab bentuk tubuhnya yang bulat seperti bola, juga wajahnya yang penuh dengan jerawat seperti daun jambu yang Argi lihat di rumah temannya, dan lagi, kulit Nadir yang kusam sehingga ia terlihat dekil. Sakit hati, sudah pasti. Nadir pun berusaha keras untuk merubah dirinya. Bak ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu indah, itulah Nadir. Semua orang takjub akan perubahannya, tetapi tidak dengan Argi. Kali kedua Nadir mengajak Argi berpacaran, kali kedua pula ia ditolak. "Kamu pikir cantik aja cukup?" Nadir tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Ia sudah berusaha menurunkan berat badannya, serta merawat tubuh dan juga wajahnya. Argi masih mengatakan bahwa itu tidak cukup, padahal alasan ia di tolak sebelumnya ialah karena ia gendut dan jerawatan. Nadir tidak menyerah dan terus melakukan usaha untuk mendapatkan Argi, namun lagi-lagi pria itu tidak bisa mencintainya, hingga Nadira menyuruh ibunya untuk menjodohkannya dengan Argi di masa depan. Akankah perjodohan itu terjadi? Nadir terus menunggu. [ DILARANG MENJIPLAK CERITA INI! CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN PENULIS SENDIRI.]

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści