NICE DREAM [on going] [Slow update]

NICE DREAM [on going] [Slow update]

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 11, 2020
•Dan saat mimpi mimpi kita yang kita bangun dengan begitu indahnya. Terhempas begitu saja. Hilang bagai sebuah bulu-bulu yang terhempas angin. Namanya Luna, Gadis multitalenta yang berhati dingin dan cuek. Dan menjadi pusat perhatian semua orang merupakan hal yang tidak ia sukai. Apalagi diperebutkan oleh saentro sekolah itu bukan hal yang diinginkannya. Dia hanya ingin menjadi gadis yang tidak terlihat. namun apalah daya dia malah mempunyai sahabat sahabat yang membuat nya malah jadi pusat perhatian. Masa lalu yang kelam membuat nya seperti ini. Dingin, cuek, dan bagai tak tersentuh. Hari-hari nya ia lalui dengan satu warna. Namanya Alfath, sosok laki-laki yang menjadi idaman semua kaum hawa. bagaimana tidak idaman, dia mempunyai semua yang menjadi idaman seorang kaum hawa. seperti sifatnya yang kadang humoris, ramah, kadang juga romantis dan juga sangat serius dengan ucapannya. #jan lupa bintang nya ok.
All Rights Reserved
#83
beladiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • ALMIRA : JANGAN PAKSA MEMBENCIMU (SUDAH TERBIT)
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • "Singgah"
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • PELANGI
  • PELANGI
  • Hiraeth'n
  • The Oddlove
  • 404 : Love Not Found

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines