Cocok?Gaa!!!!

Cocok?Gaa!!!!

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo bukannya temen dekat leo, ada urusan apa? kok Lo bisa di undang makan bareng gue sama bokap gue si?" Tanya Richard menyeret Ririn jauh dari meja makan "Gue kerja sama bokap Lo, gue sekertaris bokap Lo" jawab Ririn tenang "Ga mungkin kalo cuman seketaris bisa makan bareng gue sama bokap gue, bokap gue ga pernah ajak sebarangan orang buat makan bareng kecuali orang terdekat" Richard penasaran dan cukup geram dengan jawaban santai Ririn "Yaudah kalo ga percaya, tanya aja sana Bokap Lo" Ririn santai "Atauu Lo punya hubungan sama bokap gue, inget sahabat gue Leo" kata Richard penasaran "Itu bukan urusan Lo" Ririn dengan santai "Apa???!, Seandainya ini beneran gue bakal yakin hidup Lo ga tenang, paham Lo!!!" jawab Richard geram
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • COLD KETOS
  • Backstreet In Office [Tersedia Di NovelLife]
  • ALRIN
  • Sebuah Titik : SAGARA
  • My bastard husband
  • TENTANG SEPASANG
  • ONLY YOU
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • Disguise... [END]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines