Petikan Sebuah Rasa

Petikan Sebuah Rasa

  • WpView
    Reads 572
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 25, 2023
[SEDIKIT KUTIAN] "Kenyataan" Aku memang sedih, Tapi tak melibatkan orang lain tuk merasakan pedih Aku kadang hampa Tapi aku tak menyeret siapapun dalam rasa yang sama Aku kadang kesepian Tapi aku tak meminta orang lain untuk meramaikan Aku kadang larut dalam kesendirian Tapi aku tak meyuruh orang lain berbaur dalam keheningan Dunia kadang bisa menipu Kelihatannya riang, namun nyatanya pilu Kenyataan kadang berdusta Terlihat bahagia, kadang ada duka nestapa Ekspetasi kadang membuat candu Yang membuatku melangkah,tak pernah ragu Biar rasa ini dipendam sendiri Apapun yang terjadi, itu adalah perlakuan dirimu Bukan campur tangan orang lain
All Rights Reserved
#67
tulisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • {PERKATA} Selesai
  • Rustic Jam [END]
  • Perihku Ditinggalkan
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Diam
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • KITA
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines