pregnancy

pregnancy

  • WpView
    Reads 66,962
  • WpVote
    Votes 1,757
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 29, 2022
Mencintai lelaki yang telah bersuami... Hingga rela menjual tubuhku hanya dengan seonggok uang. Uang yang sangat menggiurkan membuatku rela menerima konsekuensi nya tanpa berpikir akan masa depanku seperti apa. Perjanjian konyol yang membuatku bisa gila, Kurelakan masa depanku hanya untuk kesembuhan ibu. Setelah iming-iming mendapat uang yang telah disepakati dan operasi ibu berjalan dengan baik tanpa kendala. Aku harus merelakan sosok anak yang telah hadir dalam rahimku dan memberikan pada sepasang suami istri yang belum dikaruniai sosok malaikat kecil dikeluarga mereka.
All Rights Reserved
#506
istri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil
  • Oriana's Wedding Diary (Akan Tersedia Di Gramedia 8 Mei 2017)
  • Sesal Yang Terlambat
  • Bad Papa
  • Angel To Raya (END)
  • Puing luka
  • TAK BERSAMBUT
  • TIME (END)
  • (Bukan) Keluarga
  • My Love Kim

CERITA INI SUDAH PINDAH KE DREAME "Mencintaimu--lelaki yang nyaris sempurna di mata dunia--adalah kesalahan paling indah sekaligus paling menyakitkan dalam hidupku. Cintaku padamu tulus, tapi aku tahu batas. Aku tak pernah memaksamu tinggal, apalagi memilikkanku sepenuhnya. Namun dari kesalahan yang kaulakukan, Tuhan menitipkan sebuah nyawa di rahimku. Ia tak mengerti apa pun tentang dosa, tak tahu apa-apa tentang penolakan. Jika hatimu tak mampu menerimaku, aku rela pergi. Jika cintamu bukan untukku, aku ikhlas melepaskan. Bahkan aku siap berpisah saat anakku lahir nanti, asalkan kamu bisa bahagia bersama wanita itu. Aku hanya memohon satu hal--jangan benci dia. Sayangilah darah dagingmu, meski hanya seujung rasa." -- Keira "Bagiku, wanita itu hanyalah beban. Aku lelah pada keluarganya yang tak pernah berhenti meminta. Aku tahu kehamilan itu bukan sepenuhnya kesalahannya, namun tetap saja aku membencinya. Karena dari rahimnya tumbuh sesuatu yang mengancam masa depanku. Seharusnya nyawa itu tak pernah ada. Seharusnya semuanya selesai sebelum aku harus memilih antara tanggung jawab dan kebebasan." -- Nathan

More details
WpActionLinkContent Guidelines