LAFS
  • WpView
    Reads 8,380
  • WpVote
    Votes 593
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 2, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Vano! Berhenti ngikutin aku!" ucap Hana dengan nada tegas namun pelan takut mereka akan menjadi sorotan di khalayak ramai. "Ngga... Aku juga mau jalan ke sana." Tunjuk Vano ke arah jalan yang akan dituju Hana juga. Hana berbalik, berusaha mengalah dan mencari jalan lain. Tetapi la lagi-lagi tercegat ketika mendengar langkah Vano yang tepat di belakangnya. Seakan mengikutinya. Vano terkekeh ketika Hana berbalik dan menatapnya dengan tatapan datar. "Aku... Kayanya mau lewat sana deh." tuturnya membela diri. "Kamu ngikutin aku, 'kan?" tanya Hana berusaha tegas. "Kalo tau kenapa nanya?" "Ngapain ngikutin?" Kali ini nada bicara Hana seolah menginterogasi. "Aku cuma mastiin salah satu rakyat Indonesia itu aman." belanya tak kalah tegas dari ucapan Hana barusan. Hana memasang wajah seolah baik-baik saja, tidak marah, tidak kesal, tapi sejujurnya mau mati. Hana melambaikan tangannya ke depan berusaha angkot yang mendekat ke arah mereka berhenti dan ia dapat menghindar dari Vano. Sementara wajah Vano datar-datar saja sedari tadi. Tak menyiratkan kekesalan karena lagi-lagi mendapat penolakan atau semacamnya. Dalam hatinya malah terkekeh melihat gadis di depannya tengah kesal akibat ulahnya. Dan dirinya sekarang nampak sehat dari sebelumnya. "Maaf mbak, udah full." ucap supir angkot yang diberhentikan Hana tadi. "Oh iya, Pak. Gapapa, kok." Itu bukan jawaban dari Hana tapi dari Vano. "Kamu tau kapan aku berhenti ngintilin kamu?" tanya Vano kepada Hana yang berdiri menunggu kendaraan umum selanjutnya. Hana berusaha mengabaikannya tapi pendengaran telinganya sekarang seakan menajam saat akan mendengar ocehan Vano selanjutnya. "Hingga Allah berkata 'pulanglah, berhenti berjuang lagi. Kamu lelah, butuh bidadari surga di sini'."di
All Rights Reserved
#104
tni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Story With You
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Tiga Kanvas (TAMAT)
  • Please, Love Me (END)
  • Fated To Marry You(Tamat)
  • Rumah Tanpa Atap
  • Si Cantik Milik Pria Soleh
  • Tembok Yang Sangat Tinggi. (On Going)
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI

Hijrah itu mudah kok. Yang sulit itu Rasa Siap nya, Rasa Malu nya, dan Rasa gengsi nya. "Arif melamar aku, kak." Ucap Putri sembari menunduk. Davanca terkejut kontan menatap Putri yang sudah menunduk dalam. Ada rasa sesak yang tiba-tiba saja menusuk jantung nya. "Oh, Arif.. dia orang yang baik dan," Davaca menatik napasnya sejenak. "Dia juga orang yang Shaleh. Arif pasti bisa membimbing kamu." "TERIMA SAJA." Putri mengangkat wajahnya perlahan menatap Davanca yang kali ini menunduk membalik-balik halaman bukunya. Putri berusaha mencerna jawaban Davanca. Bukan, Itu jawaban yang putri harapkan. Putri berharap Davanca menyuruhnya menolak Arif dan sebagai gantinya ialah yang akan menggantikan posisi Arif. Keduanya saling merasa sakit. Saling menyukai namun sama-sama tak ada yang berani, mengungkapkan isi Hati. Dapatkah Davanca dan Putri bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines