LAFS
  • WpView
    Reads 8,376
  • WpVote
    Votes 593
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 2, 2021
"Vano! Berhenti ngikutin aku!" ucap Hana dengan nada tegas namun pelan takut mereka akan menjadi sorotan di khalayak ramai. "Ngga... Aku juga mau jalan ke sana." Tunjuk Vano ke arah jalan yang akan dituju Hana juga. Hana berbalik, berusaha mengalah dan mencari jalan lain. Tetapi la lagi-lagi tercegat ketika mendengar langkah Vano yang tepat di belakangnya. Seakan mengikutinya. Vano terkekeh ketika Hana berbalik dan menatapnya dengan tatapan datar. "Aku... Kayanya mau lewat sana deh." tuturnya membela diri. "Kamu ngikutin aku, 'kan?" tanya Hana berusaha tegas. "Kalo tau kenapa nanya?" "Ngapain ngikutin?" Kali ini nada bicara Hana seolah menginterogasi. "Aku cuma mastiin salah satu rakyat Indonesia itu aman." belanya tak kalah tegas dari ucapan Hana barusan. Hana memasang wajah seolah baik-baik saja, tidak marah, tidak kesal, tapi sejujurnya mau mati. Hana melambaikan tangannya ke depan berusaha angkot yang mendekat ke arah mereka berhenti dan ia dapat menghindar dari Vano. Sementara wajah Vano datar-datar saja sedari tadi. Tak menyiratkan kekesalan karena lagi-lagi mendapat penolakan atau semacamnya. Dalam hatinya malah terkekeh melihat gadis di depannya tengah kesal akibat ulahnya. Dan dirinya sekarang nampak sehat dari sebelumnya. "Maaf mbak, udah full." ucap supir angkot yang diberhentikan Hana tadi. "Oh iya, Pak. Gapapa, kok." Itu bukan jawaban dari Hana tapi dari Vano. "Kamu tau kapan aku berhenti ngintilin kamu?" tanya Vano kepada Hana yang berdiri menunggu kendaraan umum selanjutnya. Hana berusaha mengabaikannya tapi pendengaran telinganya sekarang seakan menajam saat akan mendengar ocehan Vano selanjutnya. "Hingga Allah berkata 'pulanglah, berhenti berjuang lagi. Kamu lelah, butuh bidadari surga di sini'."di
All Rights Reserved
#491
tentara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HANATHAR [END]
  • Fated To Marry You(Tamat)
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • My Story With You
  • Please, Love Me (END)
  • Mas Angga✔️
  • ALVANSA [Completed]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Rumah Tanpa Atap
  • Si Cantik Milik Pria Soleh

Menjalani hidup dengan seorang ketua perkumpulan ternama yang banyak dikagumi orang banyak bukanlah salah satu hal yang pernah terlintas di pikiran Hana. Tidak pernah terlintas sedikitpun di pikirannya untuk bisa menjadi istri sekaligus teman hidup lelaki tampan bernama Alvanendra Nathar Armaghan. Begitu juga dengan sebaliknya. Tidak pernah sama sekali terlintas di pikiran Nathar untuk bisa menjadi suami dari perempuan sholeha seperti Hanania Hazzafa Naeswari. Nathar tidak menyukai Hana, begitu juga sebaliknya. Keduanya tidak saling mencintai namun terikat dalam suatu hubungan yang halal. Semuanya terjadi begitu cepat. Nathar terpaksa harus menikah dengan Hana karena permintaan dari keluarganya. Bagaimana mungkin Nathar bisa mencintai Hana sedangkan dirinya sendiri sudah mencintai orang lain. Dan bagaimana mungkin Hana bisa mencintai Nathar sedangkan sifat dan kelakuan Nathar sama sekali tidak mencerminkan sosok lelaki sholeh yang Hana minta dalam setiap doanya. "Tanpa disadari mungkin kita berdua pernah dipertemukan di suatu tempat, tapi kita tidak menyadarinya. Kamu tidak pernah mencariku dan aku juga tidak pernah mencarimu. Tapi siapa sangka, Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan kita dalam ikatan yang halal seperti sekarang ini." - Alvanendra Nathar Armaghan & Hanania Hazzafa Naeswari -

More details
WpActionLinkContent Guidelines