Senandikaku

Senandikaku

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
~kuluruskan segala hal yang menurutku itu lika-liku Kupikir semburat senja waktu itu telah menghilang dari pandanganku, tibalah malam dengan jeritan jangkrik yang begitu ramai menyambut air mata setelah kepergian dia. Hening malam dengan desisan angin yang menghamburkan rasa dingin seluruh tubuh menyebabkan suasana hati tambah sendu. Tak pernah dipikirkan sejauh ini kronologi cerita kasmaran berakhir tak sesuai ekspektasi. Lalu lalang perjalanan bertahun-tahun dilewati dengan mulus tanpa ada liku-liku, lantas semua sirna dengan segala bukti palsu yang diberikan. Kusuguhkan hati sepenuhnya kepadamu untuk kau jaga baik-baik,ternyata semua ingkar menyebabkan hancur bagaikan abu. Kepercayaan,kesetiaan dan cinta semua sirna.Tak apa, ini akan berakhir bahagia seperjalanan waktu berjalan. Buktinya, kini masa kelam itu telah kuterjang dengan kemampuanku semaksimal mungkin. Senja dapat kulihat dengan indahnya. Ya,Tanpa dia ternyata impian,harapan,cita-cita berjalan lancar,tanpa seseorang itu mendukung. Ku yakin semua berjalan baik-baik saja,tumpahkan saja semua keluh kesah dengan do'a kepada sang cipta.
All Rights Reserved
#12
senandikacinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • SANG PENAKLUK HATI SYAKIRA (On going)
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Sahabat Dan Dilema
  • Perjalanan Cintaku...
  • Behind the Silence
  • RANNA

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines