SaktiAgatha

SaktiAgatha

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2020
Sakti Dewa putra anak pertama bapa dwindra hama putra Freya Lylia Braham putri sulung bapa Restu Ali Braham Agatha Dwi Putra anak bungsu ibu Gathania Alian putri Ini kisah perjuangan saudara kembar yang merebut kan cinta seorang gadis cantik keturunan yunani, Lylia tapi apakah mereka bisa, mendapat kan cinta gadis itu walau taruhan nya tali persaudaran mereka meregang? "Aku sayang kamu. Tapi kenapa aku harus bersama dia?" Itu adalah sepenggal kalimat yang diucap kan lylia saat ia sudah memilih satu diantara mereka berdua. "Buka topeng nya! Kamu terlalu lihai bermain Drama. Sampai terlalu terbawa suasana, hingga lupa ini realita." Karawang 17 Agustus 2020
All Rights Reserved
#107
sakti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlanjur Mencintai || SUDAH TAMAT
  • Queen & King《End》
  • Lima kuat sekawan [ End ]
  • Please Papa ✔
  • (TERBIT) DLS [3] Goodbye And Go ✓
  • DEAR MR.COLD
  • HALU ✔
  • Thank You Brother [Complete]
  • Mengalah? Gak papa (END)✔

Lila pikir dia akan bahagia bersama Dewa, pria yang telah di utuskan sang Ayah menjadi suaminya sebelum sang Ayah meninggal dunia. Lila masih mengingat kata kata sang Ayah bahwa Dewa lah yang akan menjaganya, yang akan selalu ada untuk Lila kapan pun itu. Namun, semuanya tidak seperti yang Ayahnya katakan. Dewa adalah pria yang tidak pernah peduli dengannya. Dewa yang selalu tak menganggap dirinya seorang istri. Seandainya Dewa mengerti dengan posisi Lila, seorang gadis yang begitu penurut namun rapuh. Seolah tak ada tujuan hidup hanya karena dirinya begitu hampa. Lila pikir Dewa yang akan menjadi tujuan hidupnya. Seseorang yang mampu membuatnya tetap semangat menjalani kenyataan. Namun, semuanya hanya semu. Lila yang merasa di sia siakan berhenti untuk berharap kepada Dewa , berhenti untuk menangisi Dewa dan menyerah untuk kisah selanjutnya. ..................... " Rasa sakit ini tak akan pernah terobati. Tetapi, walaupun kamu melukai ku hingga aku lelah. Aku tidak pernah menyesal telah mencintai mu. Aku tidak pernah menyesal mengenal mu. Aku tidak menyesal karena telah kamu sakiti. Aku telah jatuh cinta, sampai kapan pun begitu. Hingga akhir sisa nafasku, aku akan selalu mencintaimu, Mas Dewa "

More details
WpActionLinkContent Guidelines