Story cover for Things We Never Got Over by lilianacaramela
Things We Never Got Over
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 17, 2020
Aku tak mengerti. Masih banyak yang belum aku pahami. Yang aku ingin tahu, kenapa hatiku masih sesakit ini?

Hari ini, tepat di tanggal satu Januari, aku menatap layar laptop yang berada di atas pahaku dan kembali membuka dokumen tak bernama. Dokumen itu belum selesai, baru tertulis satu kalimat menyedihkan di atasnya.

Aku menggigit bibir, bingung harus melanjutkannya atau tidak.

Namun, aku tak akan pernah tahu jika tidak mencoba. Jadi, setelah berpikir lama, aku pun mulai menuliskan kalimat panjang dan melempar ingatan ke belakang.

Selamat datang wahai kenangan terdalam.
All Rights Reserved
Sign up to add Things We Never Got Over to your library and receive updates
or
#101mba
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
THIS YOU!!? cover
ngger adalah vandyku cover
Misunderstand cover
Rolling In The Deep cover
SasuHina - Love Story cover
Why?? Kumpulan Cerpen✔ cover
SasuHina - I Knew I Love You cover
Regrets of Love cover
HATI💔 YANG TERPILIH cover

F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]

17 parts Complete

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]