Story cover for Things We Never Got Over by lilianacaramela
Things We Never Got Over
  • WpView
    Bacaan 108
  • WpVote
    Undian 18
  • WpPart
    Bahagian 4
  • WpView
    Bacaan 108
  • WpVote
    Undian 18
  • WpPart
    Bahagian 4
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Ogo 17, 2020
Aku tak mengerti. Masih banyak yang belum aku pahami. Yang aku ingin tahu, kenapa hatiku masih sesakit ini?

Hari ini, tepat di tanggal satu Januari, aku menatap layar laptop yang berada di atas pahaku dan kembali membuka dokumen tak bernama. Dokumen itu belum selesai, baru tertulis satu kalimat menyedihkan di atasnya.

Aku menggigit bibir, bingung harus melanjutkannya atau tidak.

Namun, aku tak akan pernah tahu jika tidak mencoba. Jadi, setelah berpikir lama, aku pun mulai menuliskan kalimat panjang dan melempar ingatan ke belakang.

Selamat datang wahai kenangan terdalam.
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Things We Never Got Over pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#101mba
Garis Panduan Isi
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Misunderstand cover
SasuHina - I Knew I Love You cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
SasuHina - Love Story cover
Terjebak Diwaktu Yang Sama cover
ALSHA cover
Tentang Kita cover
Humoris Atau Romantis (END) cover
Terjebak Nostalgia cover
Regrets of Love cover

Misunderstand

11 bahagian Cerita Lengkap

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini