MENEPI

MENEPI

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 3, 2020
Bima tidak pernah berpacaran dengan siapapun atau bahkan untuk suka pada cewe lain,bukan berarti Bima tidak normal akan tetapi Bima mempunyai hati yang susah untuk menyukai seseorang,tapi kalau dengan tasya Bima selalu nyaman dan merasa Tasya adalah tempat yang paling aman untuk di ajak membangun pikiran yang acak ataupun tersusun. "Bim kita mau pergi kemana ?,ko dari tadi gak sampai sampai" "Kita mau ke KUA,buat urus urus mau nikahh HAHAHAA" "Emang kamu mau nikah sama aku ?" "Mau,dan berjanji padaku kamu akan tetap menyayangi ku" "Aku berjanji akan tetap menyayangimu"
All Rights Reserved
#9
menepi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Rasa Yang Berbeda
  • Way To You (END)
  • Si Cuek & Si Manis [END]
  • THE CLIMB [Completed]
  • DIKANESHA
  • BRINCA
  • Teman tapi Menikah 2 : SalRon
  • CHAVANDA
  • [SELESAI] Tuan dan Nona Kesepian

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines