Batas Imaji

Batas Imaji

  • WpView
    Reads 479
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 7, 2020
Apakah kalian pernah mendengar teori tentang dunia pararel? Banyak orang yang menganggap teori tentang dunia paralel hanyalah fiksi atau dongeng belaka. Rachel salah satu dari mereka yang menganggap hal-hal seperti itu hanya bagus untuk novel atau sebuah film fiksi. Bukan untuk dunia nyata. Hingga sore itu, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat dari arah yang semestinya. By : Aster *Jangan lupa vote bapak-bapak dan ibuk-ibuk
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Sahabat Antagonis
  • Down There Is What You Called Floor [END]
  • TITIK SILANG (TAMAT)
  • [1]WAR OF TIME : PERJALANAN DUNIA PARALEL
  • Adik Kesayangan Antagonis (Pre-Order!)
  • TOXIC!
  • ANNADELLA [Tamat]
  • FALLEN (Terbit)
  • FIGURAN !! [END]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines