Heal You, Heal Me!

Heal You, Heal Me!

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ketegaran salah satu pembuktian rasa syukur terhadap kehidupan. Itulah yang ditanamkan oleh Gadis remaja berwajah elok itu. Ia sungguh kehilangan masa remajanya. Kedua orangtuanya bercerai, dihamili oleh cinta pertamanya tanpa pertanggung jawaban, belum lagi kedua adiknya yang masih balita, kini harus menjadi tanggung jawabnya juga. Lengkap sudah penderitaannya. Tiap-tiap detik selalu terasa sulit, namun gadis bertubuh kurus itu tetap melangkah dengan yakin, walaupun tidak jarang ia terperosok di lubang yang dalam. Bukan tidak pernah ia kehilangan harapan, tetapi ketika melihat perutnya yang kian hari kian membesar, membuatnya harus terus jalani hidup terlepas dari kehidupannya sendiri. Ia tidak seberani itu untuk merampas ataupun mengakhiri kehidupan yang bukan miliknya. Hanya terus mencoba meyakinkan hati yang semakin hari bertambah ragu, bahwa kelak ada siluet yang akan menyinari hidupnya yang kelam. Ya, semoga saja ada, itu harapnya.
All Rights Reserved
#143
aneh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • FRIENDzone (Completed)
  • Cerita Tentang Kita
  • FADLYN
  • Setulus Kasihmu (End)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Salah Target [Unpublish]
  • AILY DAILY
  • dear happiness

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines