Story cover for Divergent World by elinadyn
Divergent World
  • WpView
    GELESEN 31
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 2
  • WpView
    GELESEN 31
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 2
Laufend, Zuerst veröffentlicht Aug. 18, 2020
Sebuah tempat yang mulanya dibuat untuk tempat berbagai percobaan, kini menjadi sauna bagi mereka yang meninggalkan rumahnya. Berbagai teknologi yang belum ada di abad ini, sudah tercipta di tempat itu. 

Para anak-anak dewasa memilih menetap disana demi memenuhi ambisi, hobi, dan menggapai tujuannya. Mereka rela membuang sisi kemanusiaan demi ego semata. Di dunianya kejahatan sesuatu yang tidak boleh dilakukan, apabila melakukan kejahatan, hukuman menunggumu di depan sana. Di tempat baru yang mereka tinggali justru sebaliknya. Kejahatan dihalalkan, kejahatan menjadi pekerjaan sehari-hari. Tidak ada aturan yang melarang kejahatan, tidak ada hukum yang mengekang. 

Berbeda dengan kejahatan pada umumnya yang selalu merugikan dan dirugikan. Disana kejahatan mereka justru menguntungkan dan menghasilkan kebaikan yang jarang orang lakukan. 

Dunia di dalam dunia, mungkin itu sebutan yang pas untuk sebuah tempat yang jauh dari sorotan penduduk plante bumi. Tempat yang terisolasi dari luar. Bukan karena suatu wabah yang menyerang tempat itu hingga di isolasi, melainkan karena teknologi, sistem dan para manusia di dalam sana yang keberadaannya tidak boleh sampai terekspos ke dunia luar.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Divergent World zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#362fiksiilmiah
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Syal Merah von FabianBadaiAntashena
5 Kapitel Laufend
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
Mas Jaksa, Anak Bapak Kos! von Almond97
30 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Mas Adam bekerja sebagai jaksa. Serius dalam pekerjaan, sopan dalam pergaulan, dan terkenal sebagai pria yang "susah dibaca." Bukan dingin, tapi... semacam adem dan tak tersentuh. Udah kayak air kulkas tiga pintu. Namun satu hal yang tak diketahui Mas Adam-seisi kosan perempuan di sebelahnya sedang dalam misi tidak resmi: membuat si jaksa lajang itu melirik salah satu dari mereka. Sayangnya, sampai hari itu, belum ada satupun yang berhasil. Mas Adam masih seperti biasa: fokus, tenang, dan... sendirian. Sampai akhirnya, satu kamar kosong di ujung lantai atas terisi. Bukan oleh anak kuliahan atau karyawan biasa, tapi seorang perempuan cantik tinggi semampai, bawa koper besar, jalan cepat, dan punya tatapan tajam yang seolah bilang, "Jangan macam-macam." Namanya Kana Maharani. ### *Pernyataan Hak Cipta Seluruh isi novel ini, termasuk alur cerita, karakter, dialog, latar, dan elemen naratif lainnya, adalah hasil karya orisinal yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dilarang keras: Menyalin, menggandakan, memperbanyak, menerjemahkan, atau menyebarluaskan sebagian maupun seluruh isi novel ini tanpa izin tertulis dari penulis atau penerbit yang berwenang. Menggunakan isi novel ini untuk kepentingan komersial, publikasi ulang, atau adaptasi dalam bentuk apa pun tanpa persetujuan resmi. Sanksi Pelanggaran: Siapa pun yang dengan sengaja melakukan tindakan pelanggaran, seperti copy-paste isi novel ini tanpa izin, dapat dikenai tindakan hukum, baik perdata maupun pidana, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelanggaran hak cipta dapat dikenakan: Denda hingga Rp500.000.000,- dan Hukuman penjara maksimal 10 tahun Hormatilah karya dan jerih payah penulis. Kreativitas lahir dari pikiran, namun hak cipta adalah pelindung bagi jiwa karya itu sendiri.
Secret Agent : Shadow Mission  von rubyvleriaa
5 Kapitel Laufend Erwachseneninhalt
Di kota tempat kegelapan berkuasa dan hukum hanya jadi topeng belaka, tak ada lagi yang benar-benar aman. Setiap sudut kota mengandung rahasia, setiap cahaya menyisakan bayangan yang tak bisa dijelaskan. Para penegak hukum? Sudah lama tumbang. Yang tersisa hanyalah mereka yang cukup kuat untuk bertahan... atau cukup nekat untuk melawan. Di tengah kekacauan itu, berdiri sebuah organisasi rahasia-tidak tercatat, tidak terikat, dan tidak terhentikan. Mereka adalah para shadow agents, bayangan yang bergerak di luar batas hukum, menyelesaikan misi yang bahkan dunia enggan mengakuinya. Ketika sebuah sinyal darurat muncul dengan kode merah, seluruh sistem berguncang. Targetnya bukan sembarang orang-ini adalah ancaman besar yang tersembunyi di Distrik Bayangan, tempat di mana agen biasa takkan bisa keluar hidup-hidup. Satu agen dikirim. Identitasnya dirahasiakan, masa lalunya terkubur, dan masa depannya? Tidak dijanjikan. Di tengah pertempuran, ia tidak hanya melawan musuh, tapi juga bayangan masa lalu yang perlahan mulai mengejarnya. Malam ini, tidak ada ruang untuk keraguan. Misi ini bukan tentang menang atau kalah-ini tentang bertahan hidup dalam dunia yang menolak keberadaanmu. Selamat datang di Shadow Mission. Siap masuk ke dalam bayangan? ~~~~~ • cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. • dilarang plagiat. • jika ketahuan plagiat, akun kamu saya report. start : 6 April 2025 end : -
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
Syal Merah cover
Mas Jaksa, Anak Bapak Kos! cover
Secret Agent : Shadow Mission  cover
THE ANGVILS [ON GOING]  cover
Lulu cover
Dunia Novel (Sudah DiTerbitkan)  cover
Dersik cover
Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG) cover

Syal Merah

5 Kapitel Laufend

Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.