Alin! Be my wife

Alin! Be my wife

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 3, 2020
"Amalinda Aish, be my wife."tiba tiba suara Rian terdengar dibalik kegelapan kolm pancuran itu. Alin menoleh dan saat itu air pancur, lampu taman semuanya menyala. Dia terkejut, mengapa ini diatur sedemikian rupa oleh Rian?. "Ri.. Rian? Apa kamu bilang tadi?"-Alin ragu dengan pendengaran nya dan bertanya kembali kepada Rian. Mengap sahabatnya berkata sedemikian. "Alin, be my wife"-Rian memegang tangan gadis yang amat dicintainya. Alin melepaskan tangan Rian. Dia memandang mata indah lelaki dedepannya mencari kebohongan dimatanya. Hasilnya nihil, yang ada hanya tulus dan kejujuran. "Rian jangan becanda kayak gini. Gak lucu tauk." Alin mengalihkan pandangannya. "Alin my dear look into my eyes. Hey Alin, listen. Aku serius gak becanda. Aku mau kamu jadi istriku. Aku gak mau pacaran. Aku mau pacaran setelah aku sah menjadi suamimu."-Rian memegang pipi gadis itu. "Lepasin rian. Gini aku anggap kamu temen aku. Gak lebih. Aku tau kmu punya kekasih disini. Aku dah pernah jumpa dia. Kau peluk dia mesra dan itu hal pribadi kau. Sekarang kau sahabat bagi aku tak pernah lebih. Jangan kau sakitkan hati kekasih kau yang kat sini tu. Dia akan kecewa bila tau kau lamar orang lain dan bukan dia." Panjang lebar Alin bercerita. bagaimana perkembangan cerita mereka? yuk ikuti kita Amalinda Aish dan Errian Alvano.
All Rights Reserved
#5
merriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • RION IS MY MANTAN!
  • [✓]Suami kaya punya kemampuan membaca pikiran [ Pakai Buku]
  • [END] Traveling To The Last Days To Protect You
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • JODOH salah ngomong
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines