Allena

Allena

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
aku sendiri tak seorang pun mau menemaniku. aku butuh seseorang hanya satu orang dari semua orang yang ku kenal. apakah aku tak layak untuk hidup bahagia? aku ingin rasanya di sayang oleh orang-orang. aku ingin kau. karna hanya kamu yang ku punya. Aku takut cahaya bintang padam karena bintanglah yang selalu bersinar di kala gelapnya malam. -Allena gadis ceria lebih banyak menangis dalam malam hari. Story about Allena metasha.
All Rights Reserved
#2
fiksiteen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • This live
  • Malam Dan Bintang Kita
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Bulan [End]
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • CATUR [END]
  • Memorable

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines