Ketika Dia Menulis Janji (END)

Ketika Dia Menulis Janji (END)

  • WpView
    MGA BUMASA 507
  • WpVote
    Mga Boto 29
  • WpPart
    Mga Parte 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Sep 5, 2020
Awalnya, Drea hanya berniat mengikuti sebuah seminar. Lebih-lebih, seminar tersebut kedatangan tamu spesial. Semangat Drea semakin membuncah. Tapi, semua berjalan diluar duga. Seminar tersebut mempertemukan Drea dengan sosok laki-laki yang memerhatikan Drea secara diam-diam. Hingga laki-laki itu serius mencari tahu identitas Drea. Atas upaya keras yang dilewatinya. Laki-laki itu berhasil membuat Drea mengenalinya. Bahkan laki-laki itu sudah mengatakan suatu janji. Janji yang menumbuhkan harapan di hati Drea. Janji yang menumbuhkan rasa menyayangi di hati Drea. Tanpa Drea sadari, janji tersebut akan goyah. Karena ada seorang perempuan, sedang berjuang mati-matian mendapatkan hati laki-laki itu. Akankah laki-laki itu memilih Drea atau perempuan yang rela berjuang karenanya?
All Rights Reserved
#914
perjuangan
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Lima Langkah
  • About SAMANTHA
  • Bumble
  • my story
  • RAKA
  • MY GUS MY HUSBAND
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • GUS FAHZAN   || On Going
  • GUS GIBRAN ( PERJODOHAN.)  TERBIT

[Republish-Revisi] Alisya Azzahra Maudy Ayundari. Bayangkan jika seorang Badgirl masuk Pesantren? Sifatnya yang tomboy, jarang betah berada di rumah, dan sering kali mengikuti balapan dengan teman-temannya. Hingga kedua orang tuanya memutuskan sang anak untuk pindah ke sebuah Pondok Pesantren milik sahabatnya. "Papa... Alisya nggak mau masuk Pondok Pesantren! Alisya janji pasti bakal berubah paah... papa... " "Ini semua demi kebaikan kamu juga Alisya dan maaf untuk hal ini mama sangat setuju dengan keputusan papa." "Pokoknya Alisya nggak mau! TITIK!! Mama Alisya nggak mau. Mama jangan tinggalin Alisya!! Mama dengerin Alisya dulu... Ck, ish!" Dan keputusan pun telah dibuat dan tidak bisa diganggu gugat. Mau tidak mau Alisya harus menuruti permintaan kedua orang tuanya. Hingga saat Alisya tinggal di Pondok Pesantren ia bertemu dengan seorang lelaki yang ia juluki sebagai pengganggu hari-harinya. Lalu apakah sikap Badgirl nya akan berubah jika sudah tinggal di Pesantren? Dan siapakah sosok lelaki yang dimaksud olehnya? *** Muhammad Ali Yusuf Alfaidzhan Ali. Yup itu adalah nama yang sering disapa dan dikenal dikalangan Pondok Pesantren. Ali sangatlah populer dikalangan para santri dan wati di Pesantren tersebut. Dikarenakan Ali adalah sosok laki-laki yang sangat ramah, baik, dan yang lebih memesona lagi adalah akhlak dan ketampanannya. Ali selalu menampilkan senyumannya kepada siapapun dan bersikap ramah kepada siapapun. Namun ternyata dibalik senyumannya itu, Ali tidaklah nyata tersenyum bahagia. Melainkan Ali adalah sosok yang rapuh dibalik senyumannya. Ali mampu menampung kesedihan yang mendalam dan sebisa mungkin Ali menyembunyikan dalam diamnya meski sering kali Ali menangis di dalam bilik kamar seorang diri. Lalu apakah alasan Ali bersedih dan sering kali menangis? ___ Penulisan masih jauh dari kata sempurna. Mohon diingatkan apabila ada kesalahan. Selamat membaca ❤️ Cerita Oleh Nurulstyansh #fiksi-islami

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman