Kita, antonim. Dua perbedaan, yang tak akan bisa bersama. Semua bencana, timbul dariku. Dan semua kebahagiaan, berasal darimu. Jujur saja, aku akan sangat bergantung padamu. Namun sayang, kau tak bisa bergantung padaku. Aku hanya kesialan, yang tak pernah diinginkan oleh orang lain. Tetapi, kau selalu tak ingin berada jauh dariku. Entah kau hanya kasihan, atau mungkin benar-benar sayang kepadaku?.
Kau adalah malam, sedangkan aku adalah pagi dan siang. Bukannya aneh? Aku akan selalu menemani orang-orang dengan kesialan. Maka dari itu, menjauhlah dariku, tak usah mengenalku, atau kau akan merasakan akibatnya.
"Jika kau masih sayang pada dirimu, dan orang disekitarmu, maka biarkan aku tuk hilang dari bumi ini. Agar tak ada lagi kesialan, bencana, dan rasa benci."
Lagi Revisi ya, kalau berantakan harap maklum...
"Wtf! Sialan! Brengsek! Kenapa bisa gue bertransmigrasi ke tubuh si antagonis, cuman gara-gara tabrakan sama tiang listrik?" Kesalnya.
"Kenapa gue harus masuk ke novel yang ga jelas alurnya gimana? Gue ga tau harus hidup kayak gimana."
"AKHHH SIALL!"
"Melodi lo brengsek, lo ciptain novel yang buat gue masuk kedalamnya."
"Hiks.. hikss.. Gue mau pulang, mama, papa, Cassandra pengen pulang."
"Gue ga mau ada disini hikss... Gue ga mau jadi antagonis, gue ga mau dibenci sama orang-orang hiks..."
Cassandra Meycita bisa hidup kembali dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa, namun tidak dalam dunia dan tubuhnya.
Menempati tubuh seorang Antagonis yang membuatnya dijauhi oleh para siswa-siswi karena ketakutan dan membencinya.
Cassandra harus melewati berbagai rintangan dalam hidupnya, terlebih lagi ia harus menjadi istri dari anak manja yang pernah ia hina sebelumnya.
Mau tau kelanjutan ceritanya? Baca terus yaa readers👉