A Moment to Remember

A Moment to Remember

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 3, 2020
Bagi Mesi, dunia Yudith Nata Prawira terlalu tenang, terlalu sederhana, terlalu apa adanya. Bagi Yudith, Mesalina Gayatri adalah segala dimana dunianya berputar. Lalu kemanakah semua akan bermuara ketika cinta semasa putih abu-abu tak lagi mengucap kata cukup?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Mencintaimu
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Pak Sekala Astraningrat
  • "Naira"
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • Inevitable Feelings
  • Long Time Not Kiss You
  • Kahfi dan Yumna

Gandhi Yudhianto, Jatuh cinta kepada gadis bernama Delisa Maura Fadhila, teman sekampusnya, sedangkan dia sudah mempunyai kekasih bernama Yuniar Puteri Anugerah. Setelah Delisa sudah mulai mencintai Gandhi, rupanya Gandhi memilih melamar Yuniar, meskipun dia sadar dia juga sangat mencintai Delisa. Yuniar tau susah sekali mengembalikan perasaan cinta Gandhi padanya setelah kehadiran Delisa di hidup Gandhi. Akan ada sesuatu hal yg bisa menyatukan Gandhi dan Delisa meskipun keduanya sudah memiliki pasangan masing-masing. Apakah itu? Bagaimana kisah cinta mereka? " Tujuanku satu, aku tak ingin menghukum diriku sendiri dengan melihat kebahagiaannya dengan Yuniar" (Delisa) " Aku janji tidak akan mengganggumu lagi, Gandhi. Bukannya dari dulu aku memang tak pernah mengganggunya malah dia yg selalu mengganggu hidupku. Ah, sudahlah selesai semua kisahku dengan Gandhi" ( Delisa) " Aku frustasi. Aku tidak mau kehilangan Delisa, disisi lain aku tidak ingin menyakiti Yuniar. Ah, Bodoh kau Gandhi! Mana mungkin ada wanita yg mau dibagi hatinya" (Gandhi) " Ini sebuah jalan yg harus aku lalui Del, aku tersiksa karena aku mencintaimu tapi tak bisa memilikimu" (Gandhi) " Gandhi memang milikku, ia suamiku, tapi hatinya milikmu, Delisa.. Gandhi hampir gila ketika kehilanganmu" (Yuniar) " Jika kamu masih sendiri, kuingin kamu menjadi maduku Delisa, tapi tidak mungkin karena kamu sudah menikah " (Yuniar)

More details
WpActionLinkContent Guidelines