Jerit; Sebuah Upacara Menyambut Kehilangan

Jerit; Sebuah Upacara Menyambut Kehilangan

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tak ada yang dapat Genie lakukan selain menangis dan terus menangis. Bagai hujan di tengah kemarau, air mata tiada hentinya membanjiri paras cantik yang kini layu tersiram kehampaan. Genie memejamkan matanya dalam-dalam. "Seandainya waktu bisa kuputar." Ia berujar lirih. Tangannya menepuk-nepuk dada yang kian terasa sesak. Berharap dengan begitu sakit yang ia rasakan akan sedikit berkurang. "Mbak Genie!" panggil Siwi. "Mas Gale mengamuk, Mbak. Cepat ke sini, Mbak, Siwi takut!"
All Rights Reserved
#332
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Biarkan Aku Yang Pergi[Sequel End]✔
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • That's Me [SELESAI]
  • [END] SHORT STORIES
  • DENNIES
  • Sejenak Luka
  • 2 AYDEN ��✓
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • TERLAMBAT [TAMAT]

Bagaimana rasanya jika kau hidup dengan penuh rasa penyesalan? Seandainya ku tahu akan berakhir seperti ini, mungkin aku tidak akan pernah menyia-nyiakan nya. Tolong maafkan aku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines