RAPUH
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Aug 18, 2020
" untuk kalian yang menjadi korban dari egoisan orang yang kalian sayang , kami yang iri kami yang menangis di setiap sudut malam , tak ada ibu yang memeluku di saat aku lelah mencapai arti kehidupan , tak ada ayah yang menguatkan ketika aku lelah menjalani kehidupan, yang dapat ku rasakan hanyalah angin. angin yang menjadi sahabatku ketika aku sedih dia menenanginku, memeluku meskipun itu dingin tapi dengan adanya dia beban ku hilang, doaku di sepertiga malam jagalah mereka, aku sayang lebih dari apapun "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAIFA HALUKI??
  • senyuman palsu -Tamat-
  • ON REMEMBERING
  • Zefanoya's story
  • Pelangi Redup
  • Love a long
  • This Is Not My House
  • " SEDARI DULU "

nada itu terdengar hampa sunyi menyelimuti ruang hatiku gambaran paras ayu yang tak luput dari pujaan tetes air mata menemani khayalan akan sebuah kebersamaan namun tak ayal ketika semua berubah menjadi sebuah guratan luka yang tak kunjung pudar sakit tak bisa ku tahan takdir tak bisa ku lawan hanya keikhlasan yang harus kulakukan.. jangan titah aku tuk melupakan biar aku simpan tentangnya sebagai sebuah kenangan yang terindah by: adyatma serkan ramazan

More details
WpActionLinkContent Guidelines