Bukan Halu [Slow Update]

Bukan Halu [Slow Update]

  • WpView
    LECTURAS 133
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 24, 2020
"Jadi... Apa maksud kalian datang ke rumah kami?" Tanya papah yang menurutku hanya pertanyaan basa-basi. Ya iyalah, menurutku papah sudah sangat tahu kedatangan mereka ke sini. "Ekhemm... Maksud kedatangan saya ke sini bersama kedua orang tua saya... Ingin meminta izin kepada bapak dan ibu untuk mengkhitbah putri bapak dan ibu yang bernama Rachel Sasmitha." Ucap pemuda bernama 'Dimas' itu. Jantungku terasa berdetak sepuluh kali lipat. Seketika aku terdiam dengan mulut terbuka. Terjawab sudah rasa penasaranku. Sangat jauh dari tebakanku.
Todos los derechos reservados
#465
istri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Secretly Looking at You (END)
  • Mawar Hitam Berdarah
  • Don't call it love!
  • Oh My Lovely Teacher
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Regards, Natashira (END)
  • GOOD DADDY (REVISI)
  • Gue Nikah Pas SMA & Suami Gue CEO
  • SITS- SIAL INI TERLALU SIALAN
  • Dosen Killer | END✔

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido