Sedalam Angkasa (Berlanjut)

Sedalam Angkasa (Berlanjut)

  • WpView
    Reads 586
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
Ada banyak orang yang menyukai hujan. Menyukai rintik yang memesona saat berduyun-duyun turun ke bumi, menghempas di tanah-tanah kering. Bagi mereka, hujan dapat memberikan ketenangan dan perasaan damai. Terlebih lagi setelah hujan reda, kala aroma tanah basah menyeruak ke dalam indra penciuman. Sungguh menyenangkan dapat menghirupnya. Namun, bagaimana jika ada orang yang berbanding terbalik denganmu, tidak menyukai hujan? Bukan, bukan perasaan takut terhadap hujan, melainkan perasaan benci dan muak saat melihat hujan. . . Tentang Pram, mahasiswa jurusan psikologi dan aktivis kampus yang berjumpa dengan perempuan aneh, yang tidak suka dengan hujan. Perempuan asing namun justru tampak seperti tidak asing. Perempuan yang memiliki bola mata hitam meneduhkan, yang binarnya cemerlang meski kadang temaram.
All Rights Reserved
#243
diterbitinclover
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Hujan
  • My Cold Boy (Tamat)
  • Rainy
  • Selepas Hujan
  • REZZA
  • cinta dibalik hujan (End)
  • rain untuk senja
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • HUJAN YANG MEMBAWAMU KEMBALI
  • Don't Go (TAMAT)

Aku hanya diam, dan orang lain lalu lalang. Aku berdiri di sudut sebuah terminal, menunggu bus yang akan mengantarku berangkat ke sekolah. Mungkin tak tepat juga dikatakan menunggu bus, karena bus yang menuju ke arah sekolah sudah dari tadi berangkat, dan aku melewatkan banyak bus, menunggu hujan reda. Bukannya aku tak suka hujan, aku hanya tidak membenci hujan. Biasa saja. Hanya air yang turun dari langit, itu saja. Tapi banyak orang yang menanggapi hujan dengan berlebihan, seperti yang ada di sekitarku sekarang. Terlihat seorang ibu-ibu yang membawa dagangan yang akan dijualnya di pasar repot menutupi barangnya agar tak kebasahan. Ada seorang bapak yang mondar-mandir dan memakai telepon genggamnya, sepertinya dia seorang bos suatu perusahaan, dia terlihat memaki-maki, bukan memaki orang yang ada di seberang telepon, tetapi memaki hujan. Hujan, kau mau apa sebenarnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines