Botol Pelangi

Botol Pelangi

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 21, 2020
Di bawah naungan pohon trembesi, sebuah dunia baru dilukis dengan sempurna. Pelangi--seorang gadis yang sudah bosan dengan hidupnya, menghabiskan waktu untuk melukis di sebuah rumah pohon. Namun, cat warna-warni di hadapannya, tak pernah berkurang. Hanya ada satu warna yang jumlahnya semakin menipis--hitam. Hingga pada suatu sore yang penuh emosi, seorang lelaki datang dalam hidupnya. Pemuda dengan mata menyala--yang membawa amarah pada kehidupan, mulai mengajarkan Pelangi untuk melukiskan dunianya dengan sudut pandang berbeda. Melalui botol warna-warni yang beterbangan di rumah pohon, Pelangi mulai mengenal dunia. Marah, sedih, gembira, cinta, dan kecewa, merupakan satu paket hadiah kehidupan. Dari sanalah petualangan kehidupan Pelangi dan lelaki itu dimulai. Sebuah petualangan, untuk menciptakan warna-warni, dan menghapus warna hitam.
All Rights Reserved
#886
depresi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • Pelangi Setelah Hujan
  • AzkaNaya [COMPLETED]
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • PELANGI : WARNA DAN HUJAN
  • I Hate Rain
  • BLACK RAINBOW
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • Tentang Hujan

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines