Story cover for Truth Or Dare by gluvies
Truth Or Dare
  • WpView
    Reads 1,653
  • WpVote
    Votes 280
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 1,653
  • WpVote
    Votes 280
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Aug 19, 2020
"Truth or Dare?" Jeffrey berdecih, ngeliatin muka songongnya kearah temen temennya. "Dare lah, gue bukan pengecut,"

"Lo liat cewek ujung sana?" Jeffrey ngikutin arah yang Jeka tunjuk. "Yang mana? Banyak anjir,"

"Ck. Itu yang lagi sama temen temennya. Yang pake baju ungu, pake kacamata, yang rambutnya dikuncir tinggi." Jeffrey kembali menatap kearah yang Jeka tunjuk. Mencari cari ciri cirinya.

"Itu?"

"Nah iya!"

"Kenapa dengan cewek itu, bukannya mantan lo?" tanya Jeffrey bingung.

"Iya emang mantan gue" sahut Jeka. "Cantik ga?" lanjut Gian lagi ikut menimpali.

"Cantik. Imut. Gue suka," sahut Jeffrey, atensinya masih kearah cewek cantik dipojok yang masih ketawa garing sama temen temennya.

"Lo deketin dia. Pacarin dia. Satu minggu lagi harus udah jadi pacar lo,"


⌂ ≡ ╱̷ hanya karena dare bodoh, Jeffrey harus berurusan dengan Luna. Gadis cantik berhati lembut dengan senyum manis.

©gluvies
. jung eunha . jung jaehyun cast.
lokal vibes.
All Rights Reserved
Sign up to add Truth Or Dare to your library and receive updates
or
#678eunha
Content Guidelines
You may also like
I Love You, But ... ✓ by Qasmene
8 parts Complete Mature
Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."
You may also like
Slide 1 of 8
I Love You, But ... ✓ cover
Still The Same [EUNKOOK] SELESAI✔️ cover
Friend Of All Things ✓ cover
24/7 (TaeyongxEunha) cover
Flower Path (√) cover
SEBANGKU [97line][✔︎] cover
𝑫𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑼𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑷𝒆𝒓𝒈𝒊 0.3 [𝑬𝑼𝑵𝑲𝑶𝑶𝑲 𝒇𝒕 𝑩𝑨𝑵𝑮𝑪𝑯𝑰𝑵] ✔ cover
Location Unknown✔ cover

I Love You, But ... ✓

8 parts Complete Mature

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."