Story cover for Two Love by Kayu_237
Two Love
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Complete, First published Aug 20, 2020
Diantara dua hati, manakah yang harus ku pilih? sedangkan aku hanya ingin menetap pada satu hati untuk selamanya. Aku tak butuh orang yang hanya singgah lalu pergi. 

Yang kubutuhkan adalah seseorang yang membawa sejuta kepastian bukan hanya sekedar penantian yang membuatku menunggu akan harapan yang menggantung ku di jantung harapnya. 

" Al, boleh kan kalo gue minta sesuatu? " Tanya Yogi sedikit gemetar

" Lo kenapa? Lo mau minta apa? kok mukanya gemetar gitu? Gue pasti lakuin kok kalo gue bisa " Kata Alma beruntun

" Gue minta lo buat jauhin gue bisa? " Pinta Yogi sambil memalingkan wajahnya nya

Alma cukup terkejut mendengar permintaan Yogi. Dirinya belum siap buat pisah sama Yogi. kenapa rasanya seperti ini, kenapa mendadak seperti ini, tak bisa kah Yogi membiarkan dirinya bertahan lebih lama lagi bersamanya. 

Rasanya Alma benar benar ingin menghilang saja, daripada harus mendengarkan perkataan Yogi yang tidak bermutu. 




mau tau kelanjutannya? 
silahkan join!! add story ini ke perpustakaan kalian. 
jangan lupa selalu beri vote dan komentar di setiap part.

Follow juga akunya yah!!! 

semakin banyak pembaca, semakin semangat saya membuatnya. 

ini merupakan karya saya yang sedikit awaw gitu🤣
mohon dukungan nya🙏

see you manteman:)
All Rights Reserved
Sign up to add Two Love to your library and receive updates
or
#146datar
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 8
Seperempat Aku dalam Dunianya cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
ALGAFA cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
AIRA [On Going] cover
Hubungan Tanpa Restu  cover
ADYRA cover
Don't Talk About Money cover

Seperempat Aku dalam Dunianya

11 parts Ongoing

Kalau ini cerita cinta, kenapa kadang rasanya kayak lagi lomba lari estafet, tapi pasanganmu lupa gilirannya? Ini bukan kisah cinta ideal. Bukan juga cerita bahagia yang dari awal udah cocok lalu langsung bahagia selamanya. Ini kisah tentang seseorang yang mau banget dimengerti, tapi jatuh cinta pada seseorang yang masih belajar ngerti dirinya sendiri. Perempuan yang dulunya skeptis soal cinta (karena pernah patah di tempat yang dalam) akhirnya jatuh hati pada laki-laki yang... ya gitu deh. Kadang bikin senyum, kadang bikin overthinking sampe lupa password Wi-Fi. Tapi bukan berarti dia nyerah. Karena ternyata, seperempat tempat di hati seseorang kadang cukup buat bikin kita mau tinggal. Meski penuh tanya. Meski harus kuat sendiri lebih sering dari yang diharapkan. ___________ Peringatan⚠️ Baca cerita ini bisa bikin senyum-senyum sendiri dibeberapa halaman, perasaan "duh, relateable banget sih" di pertengahan, dan keinginan ngetik chat panjang buat seseorang diakhir cerita. Tapi tenang, nggak ada yang nyuruh kamu tekan tombol kirim.