ALVINO PRADIPTA ADIJAYA

ALVINO PRADIPTA ADIJAYA

  • WpView
    LECTURAS 50
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 1, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Gimana rasanya buat kalian apabila seseorang dari masalalu kalian datang kembali ke kehidupan kalian dan meminta kembali bersama kalian setelah menghilang tiba - tiba seperti di telan bumi dan juga yang membuat kalian hampir gila, ini yang dirasakan oleh ALVINO ketua geng jalanan terbesar " Aku kembali untuk memperbaiki hubungan kita dan mempertahankan semuanya" ucap sang gadis " Gak ada yang perlu di pertahanin lagi dan gak ada kata kita adanya kata lo dan gue" ucap Alvino dingin " Dan, kenapa lo kembali? Harusnya lo gak usah kembali karena gak ada yang nungguin lo di sini" lanjut Alvino dengan nada lebih dingin " Vino maafin aku, aku harus pergi karena ada suatu masalah yang penting dan belum waktunya untuk kamu mengetahuinya " gumam sang gadis itu sambil menunduk INI ASLI KARYA SAYA, MURNI BUATAN SAYA. INGAT!!! JANGAN PLAGIAT! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Buat kalian langsung baca dan simpan keperpustakaan kalian dan jangan lupa folow akun watpad aku.
Todos los derechos reservados
#150
alvino
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Davino [End] ✔
  • Zevano (Segera Terbit)
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • SHAMBLES [SELESAI]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • AURORA
  • IMDL
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]

[Harap Follow terlebih dahulu sebelum membaca] Tq. "Utamakanlah perasaan dari pada persahabatan." Mungkin kalimat itu tak berlaku bagi Alvino Sandi Geraldo. Lelaki yang sudah menjadi sahabat Alda Silfiani Claretta sejak kecil itu memilih untuk membungkam rapat-rapat tentang perasaannya. Alda yang terlalu polos dan Alvino yang pengecut membuat hubungan mereka semakin tak jelas arahnya. Semakin mereka menjaga jarak, semesta malah semakin gencar membuat mereka terjerat oleh rasa sesak. Jeritan hati yang ingin didengar, harapan yang dalam diam selalu disuarakan pada akhirnya hanya menjadi setumpuk beban yang tak akan pernah bisa dilepaskan. Pada akhirnya, perihal perasaan hanya bisa dipasrahkan kepada Tuhan. Benar, bukan? Copy right ©️ 26 Des 2019 Jangan lupa Vote + Coment😉

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido