Problematika Orang Dewasa

Problematika Orang Dewasa

  • WpView
    Reads 1,300
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 2, 2022
[Sebenarnya apa permasalahan yang lebih pelik di alami orang dewasa?] Pada akhirnya, Namira menyadari memiliki pekerjaan mapan bukanlah menjadi satunya permasalahan besar yang dimiliki orang dewasa. Ternyata, mempunyai jenjang karir yang bagus sekalipun tetap tidak bisa menutupi satu permasalahan yang menurutnya menakutkan ini. "Pernikahan" Satu kata yang menjadi momok menakutkan terlebih bagi perempuan dewasa. Namira bahkan tidak mengerti lagi dirinya yang selalu dibayang-bayangi sebuah pertanyaan "kapan menikah?" Ini merupakan bagian pertama dari Problematika Orang Dewasa. Bagian yang menceritakan kehidupan dari sisi Namira. Bagaimana jenuhnya Namira menghadapi pertanyaan yang selalu sama untuknya? Lalu, bagaimana dirinya dibuat terkejut dengan lamaran pria asing yang baru 2 minggu dikenalnya? Start : 12 Juli 2021 End : 18 Mar 2022
All Rights Reserved
#571
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • Jerat
  • Marriage By Mistake
  • Titik Tunggu (Sudah Revisi)
  • Romantic Secret [COMPLETED] ✓
  • Sexy Step Mother ✔️
  • Marrytime ✓
  • Nirmana Lila | Tamat
  • Can I Ask You a Question? (END)
  • No Regrets

[CERITA LENGKAP] Ini akan menjadi sangat menyenangkan! Bagaimana mungkin?! Tidak ada angin, tidak ada hujan, seorang perempuan yang ternyata adalah istri dari mantan suaminya, datang ke kantor Anggun, serta memintanya untuk menjadi pengacara di perceraian mereka. Anggun tertawa sinis menatap berkas perkara yang perempuan tadi ajukan. 'Sudah tidak ada kecocokan.' "Huh alasan klasik!" Rutuknya. Toh tidak ada pasangan yang cocok seratus persen bukan? Jadi pada intinya, tinggal bagaimana pasangan saling mempertahankan. Atau bisa jadi, sebenarnya sudah ada orang ke tiga. "Hha!" Lagi-lagi perempuan itu tertawa. "Ternyata, bajingan itu kembali memakan korban." "Dasar pengkhianat!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines